Selamat datang di website E-PAPER PERPUSTAKAAN DPRRI.

Koleksi Perpustakaan DPR RI

Judul Energi Terbarukan - Dukungan Industri Dalam Negeri Diperlukan
Tanggal 23 Agustus 2016
Surat Kabar Kompas
Halaman 17
Kata Kunci
AKD - Komisi VI
- Komisi VII
Isi Artikel JAKARTA, KOMPAS — Dukungan industri dalam negeri untuk mengembangkan energi terbarukan sangat dibutuhkan. Investasi di sektor ini ditargetkan sebesar 1,37 miliar dollar AS pada 2016. Pada semester I-2016, realisasinya mencapai 63,5 persen dari target tersebut. Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform Fabby Tumiwa mengatakan, industri dalam negeri belum mampu menunjang pengembangan energi terbarukan di Indonesia secara penuh. Sebagian besar, baik teknologi maupun komponen terkait energi terbarukan, masih diimpor, khususnya teknologi tenaga surya untuk listrik. "Belum ada industri hulu di bidang teknologi pembangkit tenaga surya. Yang ada industri perakitan, yang komponen utamanya masih diimpor," kata Fabby, Senin (22/8), di Jakarta. Menurut Fabby, belum ada kejelasan mengenai penanggung jawab pengembangan industri dalam negeri di bidang energi terbarukan. Sebab, komponen impor lebih murah ketimbang memproduksi sendiri di dalam negeri. Namun, Indonesia tak boleh meninggalkan rencana membangun industri hulu sektor energi terbarukan. "Yang dibutuhkan adalah gabungan menarik investasi di sektor hulu energi terbarukan dan kebijakan memperluas pasar pengguna energi terbarukan. Itu bisa menjadi langkah awal untuk membangun industri sektor energi terbarukan secara penuh," katanya. Positif Fabby mencontohkan, kebijakan yang bisa mendorong pengembangan energi terbarukan adalah kewajiban penggunaan tenaga surya untuk listrik bagi gedung pemerintah atau swasta yang mengonsumsi listrik skala besar. Hal lain melalui penyusunan rencana membangun pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas besar, misalnya 5.000 megawatt, yang dapat memunculkan pasar untuk menarik minat industri untuk tumbuh. Secara terpisah, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rida Mulyana mengatakan, tren investasi di sektor energi terbarukan terbilang positif. "Target investasi energi terbarukan pada 2016 sebesar 1,37 miliar dollar AS. Semester I-2016, realisasinya 870 juta dollar AS atau 63,5 persen," kata Rida.(APO)
  Kembali ke sebelumnya