Selamat datang di website E-PAPER PERPUSTAKAAN DPRRI.

Koleksi Perpustakaan DPR RI

Judul Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas pada Masa Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Tanggal 23 Desember 2025
Surat Kabar Kompas
Halaman -
Kata Kunci Pengangkutan
AKD - Komisi V
Isi Artikel

Potensi perjalanan akhir tahun 2025 diprediksi melonjak mencapai 119,50 juta perjalanan atau naik 2,71 persen dari tahun lalu yang sebanyak 110,60 juta perjalanan.

Oleh M Faesal Fakih, Budiawan Sidik A

Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi potensi lonjakan pergerakan masyarakat.

Hasil survei Kementerian Perhubungan tentang pergerakan orang pada momen libur akhir tahun menunjukkan potensi perjalanan masyarakat diprediksi melonjak mencapai 119,50 juta perjalanan. Jumlah ini naik sebesar 2,71 persen dari tahun lalu yang sebanyak 110,60 juta perjalanan.

Potensi perjalanan tersebut diprediksi mencapai puncak arus pergi pada Rabu (24/12/2025). Pada tanggal ini, jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan diperkirakan mencapai 17,18 juta orang. Sementara itu, untuk puncak arus balik diprediksi terjadi pada Jumat (2/1/2026) dengan jumlah perkiraan mobilitas mencapai 20,81 juta orang.

Terkait penggunaan moda transportasi, kendaraan pribadi masih menjadi preferensi utama masyarakat. Dari 119,50 juta potensi pergerakan, mayoritas 42,78 persen atau 51,12 juta orang di antaranya menggunakan mobil pribadi. Selanjutnya, disusul sepeda motor sebanyak 18,41 persen atau 22 juta orang dan sisanya menggunakan angkutan umum. Masyarakat yang menggunakan angkutan umum ini terbagi dalam sejumlah moda, seperti bus sekitar 9,76 juta orang, mobil sewa 8,87 j Selain itu, masyarakat juga menggunakan moda transportasi umum lainnya, seperti pesawat udara sekitar 4,27 juta orang, kereta api antarkota 3,94 juta orang, kapal penyeberangan 3,75 juta orang, kapal laut 2,62 juta orang, dan commuter line 2,30 juta orang.

Berdasarkan pemantauan Kemenhub, beragam moda transportasi tersebut mayoritas akan bergerak ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Dari sisi keberangkatan, Jakarta Timur dan Kabupaten Bekasi menjadi asal perjalanan terbesar. Dari sisi tujuan, Jawa Tengah diproyeksi mendominasi tujuan perjalanan sekitar 20,23 juta pergerakan. Kemudian, disusul Jawa Barat sebanyak 16,83 juta pergerakan dan Jawa Timur sekitar 16,61 juta pergerakan.uta orang, dan mobil travel 7,64 juta orang.

Selain itu, Kota Yogyakarta juga diproyeksi menjadi destinasi perjalanan favorit dengan estimasi mencapai 5,15 juta pergerakan. Diikuti kota wisata lainnya, seperti Bandung, Malang, Bogor, dan Denpasar.

Persiapan dan pengaturan sarana-prasarana transportasi

Pada masa liburan akhir tahun ini pemerintah telah menyiapkan dukungan sarana dan prasarana transportasi. Secara akumulasi total, sebanyak 35.497 armada transportasi telah disiapkan untuk mengangkut para pemudik.

Untuk transportasi darat, terdapat 31.433 unit bus dengan 117 terminal yang siap dioperasikan. Selain itu, sebanyak 2.670 kereta api dan jaringan jalur perkeretaapian di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi telah disiagakan untuk memastikan kereta api berjalan dengan aman.

Sementara itu, untuk transportasi laut dan penyeberangan, 704 kapal serta 69 kapal patroli dan navigasi telah disiagakan guna memastikan kelancaran pelayaran. Selain itu, 253 kapal penyeberangan, 15 prasarana lintas penyeberangan, 29 pelabuhan penyeberangan, serta 72 unit dermaga (52 dermaga movable bridge dan 20 plengsengan) siap dioperasikan.

Dari sisi penerbangan, 368 unit pesawat siap mengudara dengan 257 bandara sebagai prasarana pendukung.

Untuk mendukung kelancaran sarana dan prasarana tersebut, pemerintah telah menerbitkan 13 kebijakan landasan operasional Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kebijakan yang disusun dalam bentuk keputusan menteri; kesepakatan lintas kementerian/lembaga (K/L); keputusan/instruksi direktur jenderal; serta lima kebijakan K/L terkait yang meliputi sektor darat, laut, dan udara, serta perkeretaapian.

Adapun kebijakan tersebut antara lain meliputi pengaturan lalu lintas jalan dan layanan penyeberangan, e-ticketing untuk kapal penumpang, diskon tarif kebandarudaraan, dan optimalisasi layanan bandara.

Selain itu, pemerintah juga membentuk posko perkeretaapian, stimulus ekonomi untuk BUMN sektor transportasi, dan pembentukan posko angkutan nasional yang beroperasi selama 19 hari dari 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 pada sektor transportasi darat.

Ramp check atau pengecekan kelaikan kendaraan juga telah dilakukan oleh pemerintah untuk memastikan layanan berjalan dengan optimal.

Program mudik gratis dan diskon tarif

Program mudik gratis kembali dihadirkan pemerintah pada masa liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Program ini bertujuan sebagai salah satu upaya dalam mengurangi kepadatan kendaraan pribadi dan membantu masyarakat mendapatkan transportasi mudik yang terjangkau.

Pada libur akhir tahun kali ini, program mudik gratis akan melibatkan tiga moda transportasi utama, yakni darat, laut, dan kereta api. Secara akumulasi, kuota mudik gratis yang disediakan pemerintah mencapai 33.129 orang dan 5.628 unit sepeda motor (Motis).

Untuk moda transportasi darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat) telah membuka pendaftaran mudik gratis yang berlangsung sejak 12 Desember hingga 21 Desember 2025. Adapun secara kuota, Ditjen Hubdat menargetkan 3.080 penumpang dan 60 unit sepeda motor bisa terlayani dalam mudik gratis kali ini. Untuk mencapai target tersebut, 70 unit bus dan dua unit truk khusus mengangkut sepeda motor disiagakan.

Keberangkatan bus mudik gratis dijadwalkan berlangsung pada 23 Desember 2025 dengan pemberangkatan dari Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, menuju 10 rute tujuan. Adapun kota yang menjadi tujuan antara lain Solo, Wonosobo, Semarang, Wonogiri, Cilacap, Purwokerto, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Madiun. Sementara itu, untuk pengangkutan sepeda motor menggunakan truk akan dijadwalkan sehari lebih awal atau pada 22 Desember 2025 dengan Kota Solo dan Yogyakarta sebagai tujuan.

Selain itu, program mudik gratis yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Motis Natal dan Tahun Baru menargetkan 5.568 sepeda motor dan 12.720 penumpang. DJKA membuka dua periode pendaftaran Motis Natal dan Tahun Baru, yakni periode pertama pada 1-29 Desember 2025 dan periode kedua pada 1-4 Januari 2026. Waktu pelaksanaannya akan berlangsung pada 23-30 Desember 2025 dan 2-5 Januari 2026.

Terkait dengan rute, keberangkatan mudik gratis menggunakan kereta api tersebut akan menggunakan dua jalur, yakni lintas utara dan lintas tengah. Adapun untuk lintas utara, kereta api akan diberangkatkan dari Stasiun Jakarta Gudang menuju Stasiun Semarang Tawang. Sementara itu, untuk lintas tengah berangkat dari stasiun yang sama menuju Stasiun Purwosari, Kota Surakarta.

Selanjutnya, mudik gratis juga diselenggarakan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dengan target 17.239 orang. Mudik gratis melalui jalur laut ini tersedia dalam 55 ruas pelayaran yang akan dilayani oleh tiga operator pelayaran nasional, yakni PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, PT Dharma Indah, dan PT Belibis Papua Mandiri. Periode keberangkatan pelayaran berlangsung sejak 15 Desember sampai dengan 23 Desember 2025.

Untuk informasi lengkap mengenai program mudik gratis yang diselenggarakan oleh pemerintah pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, masyarakat dapat mengaksesnya melalui kanal yang telah disediakan oleh Kemenhub, yakni nusantara.kemenhub.go.id.

Tidak hanya mudik gratis, pemerintah juga memberlakukan diskon tarif untuk sejumlah moda transportasi. Insentif diskon ini sudah berlangsung sejak 21 November 2025 hingga 10 Januari 2026.

Adapun insentif diskon yang diberikan antara lain diskon 30 persen untuk tiket kereta api non-PSO (kewajiban pelayanan publik), diskon 20 persen untuk kapal Pelni, dan diskon tiket pesawat sebesar 13-14 persen, serta diskon tarif jasa kepelabuhan untuk layanan penyeberangan.

Selain itu, pemerintah melalui PT Jasa Marga juga akan memberlakukan diskon tarif tol sebesar 10-20 persen. Diskon tarif tol tersebut akan diberlakukan di delapan ruas tol strategis yang tersebar di Trans-Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Berbagai upaya tersebut dilakukan agar perjalanan masyarakat di momen libur akhir tahun ini bisa berjalan dengan aman, lancar, dan tertib. Dalam hal ini, peran masyarakat juga sangat diperlukan untuk meningkatkan keselamatan dan kewaspadaan selama masa perjalanan. Apalagi, pada akhir tahun ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah menginformasikan adanya potensi puncak cuaca ekstrem yang melanda Tanah Air.

Harapannya, para pelaku perjalanan tetap mengedepankan keselamatan dan kehati-hatian sehingga liburan akhir tahun ini meninggalkan kesan mendalam yang mampu meningkatkan kehangatan antaranggota keluarga serta mendorong produktivitas di tahun mendatang. (LITBANG KOMPAS)

 

  Kembali ke sebelumnya