| Judul | CN-235, DNA Bandung dalam Operasi Khusus AS di Venezuela |
| Tanggal | 07 Januari 2026 |
| Surat Kabar | Kompas |
| Halaman | - |
| Kata Kunci | Amerika Serikat |
| AKD |
- Komisi I |
| Isi Artikel | Pesawat CN-235 yang digunakan USAFSOC diproduksi oleh pabrik CASA di Seville, Spanyol. Namun, sebagaimana penanda namanya CN, memiliki ”DNA” PT Nurtanio, Bandung. Oleh Luki Aulia Salah satu unit khusus Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, Delta Force, boleh jadi adalah ”aktor utama” serbuan AS ke Venezuela. Gerak senyap mereka berhasil melumpuhkan pengawal dekat Presiden Venezuela Nicolas Maduro sekaligus meringkus sang presiden. Akan tetapi, gerak senyap pasukan elite pada Sabtu (3/1/2026) dini hari itu tak bisa dilepaskan dari ”ruang kosong” yang ”diciptakan” oleh sekelompok pesawat yang memiliki fungsi intelijen, pengacau sinyal, dan perang elektronik. Dalam operasi bertajuk ”Absolute Resolve” itu, AS sedikitnya mengerahkan 150 pesawat, termasuk siluman F-35 Ligthning, F-22 Raptors, serta pengebom B-1B Lancers. Untuk perang elektronik dan pengacau sinyal, peran tersebut antara lain diemban oleh E-2D Hawkeye, EC-130H Compass Call, dan CN-235 yang dioperasikan oleh USAFSOC. Yang terakhir tentu sangat akrab dengan telinga warga Indonesia. Dari sejumlah sumber, di antaranya key.aero, pesawat tersebut dioperasikan oleh Skuadron Operasi Khusus ke-427 itu. Diduga, skuadron itu menggunakan seri CN-235M-200 sebagai platfrom pesawat penyadap dan sekaligus pengacau sinyal. Alutsista itu merupakan bagian dari Komando Operasi Khusus Angkatan Udara AS atau USAFSOC. Pesawat CN-235 yang digunakan USAFSOC diproduksi oleh pabrik CASA di Seville, Spanyol. Akan tetapi, sebagaimana penanda namanya CN, pesawat berpenggerak baling-baling itu memiliki DNA PT Nurtanio, Bandung, nama awal PT Dirgantara Indonesia saat ini. Desain pesawat angkut kelas menengah itu merupakan hasil kerja sama para ahli Indonesia dan Spanyol. Dalam pengembangannya, selain memiliki fungsi angkut personel dan logistik, CN-235 versi militer dikembangkan pula sebagai ambulans udara, hingga peran patroli maritim. TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara mengoperasikan versi tersebut. Sementara itu, di tangan Angkatan Udara AS, CN-235 dioperasikan sebagai pesawat intelijen. Ia mengemban misi penyadapan, pengawasan dan pengintaian, serta operasi kontraterorisme, dan infiltrasi. Sebagai platform rahasia, tubuh pesawat ini minim tanda pengenal, tetapi sarat antena. Beragam radar dan perangkat elektronik yang dibenamkan di tubuhnya mampu membuat pesawat itu terbang dalam beragam kondisi cuaca dan situasi gelap gulita. |
| Kembali ke sebelumnya |