Selamat datang di website E-PAPER PERPUSTAKAAN DPRRI.

Koleksi Perpustakaan DPR RI

Judul Setelah Culik Maduro, AS Revisi Dakwaan soal Kartel Matahari
Tanggal 08 Januari 2026
Surat Kabar Kompas
Halaman 1
Kata Kunci Amerika Serikat
AKD - Komisi I
Isi Artikel

Selama bertahun-tahun, AS menuding Nicolas Maduro memimpin Cartel de los Soles. Dakwaan kini merujuk Cartel de los Soles sebagai sistem ”patronase” terkait narkoba.

Oleh Kris Mada

NEW YORK, RABU — Departemen Kehakiman Amerika Serikat menarik tudingan Nicolas Maduro memimpin Kartel Matahari atau Cartel de los Soles. Padahal, tudingan itu digencarkan AS sebelum akhirnya menculik Maduro. Dalam laporan pada Selasa (6/12/2025), harian The New York Times mengulas 25 lembar dakwaan terhadap Maduro.

Dalam revisi atas dakwaan yang disusun pada tahun 2020 itu, Departeman Kehakiman AS menanggalkan klaim bahwa Cartel de los Soles adalah sebuah organisasi, atau kartel. Lembaga tersebut kini merujuk Cartel de los Soles sebagai ”sistem patronasi” atau ”budaya korupsi” di tingkat elite Venezuela, di antaranya terkait narkoba.

Di sisi lain, dalam dakwaan baru tersebut, jaksa penuntut masih menuduh Maduro terlibat dalam konspirasi perdagangan narkoba. Dalam dakwaan itu Maduro, seperti pendahulunya, Presiden Hugo Chávez, berpartisipasi dalam melanggengkan dan melindungi sistem patronase ini.

Dalam dakwaan baru itu disebutkan bahwa Kartel Matahari merujuk pada lambang matahari yang terpasang pada seragam pejabat militer Venezuela berpangkat tinggi.

Di berkas dakwaan itu, Cartel de los Soles hanya dua kali disebut. Kartel lain, Sinaloa di Meksiko, malah disebut 14 kali. Total ada 20 kata kartel dalam berkas dakwaan.

Dari dua kali penggunaan Cartel de los Soles, tak satu pun diarahkan atau dikaitkan kepada Maduro. Padahal, setidaknya dalam pernyataan pada 25 Juli 2025, AS mengumumkan Maduro memimpin kartel itu.

Departemen Luar Negeri AS pada November 2025 malah mengumumkan kartel itu sebagai kelompok teroris. ”Dengan ini, saya menetapkan organisasi tersebut dan aliasnya masing-masing sebagai Organisasi Teroris Asing sesuai dengan Pasal 219 Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan (INA),” demikian pernyataan tertulis Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebagaimana dicantumkan di lembaran negara AS tersebut.

Oleh karena itu, Maduro ditetapkan sebagai buron AS dan Kartel Matahari dimasukkan ke dalam daftar sanksi. Sejumlah media, antara lain The New York Times, Associated Press, BBC, dan AFP, mengulas kartel itu.

Istilah Cartel de los Soles pertama kali mengemuka pada 1993. Waktu itu, dua jenderal Venezuela di satuan tugas pemberantasan narkotika ternyata menjadi gembong narkotika.

Jenderal itu bekerja di garda nasional Venezuela, GNB, yang lambang kesatuannya ada unsur mirip matahari. Oleh karena itu, sindikat narkotika yang melibatkan jenderal itu disebut Kartel Matahari alias Cartel de los Soles. Merujuk The New York Times, para ahli dalam masalah kejahatan dan narkotika di Amerika Latin mengatakan bahwa istilah tersebut sebenarnya adalah istilah slang. Istilah itu diciptakan media Venezuela pada tahun 1990-an untuk pejabat yang korup karena uang narkoba.

Petinggi kartel

Pada Maret 2020, di era pemerintahan pertama Trump, AS menetapkan Maduro sebagai petinggi Kartel Matahari. Departemen Kehakiman AS menawarkan hadiah 15 juta dolar AS kepada siapa pun yang bisa membantu penangkapan Maduro selepas penetapan itu. Pada Agustus 2025, hadiahnya naik jadi 50 juta dolar AS.

 

Banyak pihak meragukan Kartel Matahari benar-benar ada seperti kartel-kartel di Meksiko atau Kolombia. Lebih sulit lagi, membenarkan bahwa Kartel Matahari dipimpin Maduro.

Dalam pernyataan pada Agustus 2025, Phil Gunson dan Adam Isaacson adalah sebagian yang menyebutkan tak ada kartel itu. Gunson ialah analis pada International Crisis Group, sedangkan Isaacson ialah Direktur Pengawasan Pertahanan pada Lantin America Organization.

”Ini bukan kelompok yang orang-orangnya mengidentifikasi diri sebagai anggota. Mereka tidak bertemu rutin. Tidak punya struktur organisasi,” kata Isaacson dikutip Associated Press.

Gunson mengatakan, jenderal hingga prajurit rendahan memang bersekongkol dengan bandit. Walakin, tak berarti hal itu menjadi kartel. ”Ini cara paling mudah menyebut banyak sekali kelompok jenderal dan perwira di Venezuela yang dicengkeram korupsi,” katanya.

Maduro, kata John Polga-Hecimovich, terlibat dalam lingkaran itu dengan cara membiarkan para jenderal terus berkelindan dengan bandit. Peneliti Venezuela pada US Naval Academy itu mengatakan, Maduro melakukan itu untuk menjaga kesetiaan para jenderal dan perwira. ”Rezim akan rugi kalau kehilangan kesetiaan para jenderal yang untung besar dari perdagangan obat ilegal,” katanya.

Sementara laman Insight Crime menyebutkan, sebenarnya tidak ada hierarki pada sesuatu yang disebut sebagai Cartel de los Soles. Di sisi lain, keterlibatan aparat dan pejabat tinggi di lingkaran kejahatan memang ada.

Mereka bersekongkol dengan sindikat bandit. Bukan cuma narkotika, sindikat juga mengendalikan pembalakan liar, penyelundupan bahan bakar, sampai korupsi.

CNN edisi bahasa Spanyol menyebut, aparat Venezuela begitu berkuasa. Mereka kerap mematikan atau memanipulasi pemantauan pesawat. Diduga, pesawat itu mengangkut narkotika dan komoditas ilegal lainya.

Di perbatasan, aparat mengirimkan arus barang ilegal. Sindikat harus membayar kepaad para perwira militer dan polisi agar bisa mendapat akses itu. (AP/AFP)

  Kembali ke sebelumnya