Selamat datang di website E-PAPER PERPUSTAKAAN DPRRI.

Koleksi Perpustakaan DPR RI

Judul Bagaimana Starlink Atasi Pemblokiran Iran?
Tanggal 19 Januari 2026
Surat Kabar Kompas
Halaman -
Kata Kunci Politik Informasi
AKD - Komisi I
Isi Artikel

Kendali atas informasi menjadi kunci pengendalian warga dan narasi global. Di unjuk rasa Iran, Teheran sempat memenangi perang informasi. Starlink sempat tumbang.

Oleh Irene Sarwindaningrum

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

Bagaimana perang informasi di unjuk rasa Iran?

Pemadaman internet secara nasional oleh pihak berwenang di Iran berlangsung sejak 8 Januari 2026. Kalangan aktivis menduga pemutusan akses komunikasi ini bertujuan untuk menutupi skala sebenarnya dari penindakan terhadap pemrotes.

Media Pemerintah Iran hanya memberikan sedikit informasi tentang demonstrasi tersebut. Video daring hanya memberikan cuplikan singkat dan buram tentang orang-orang di jalanan atau suara tembakan.

Jurnalis di Iran juga menghadapi batasan dalam pelaporan berita, seperti memerlukan izin untuk bepergian ke seluruh negeri serta ancaman pelecehan atau penangkapan oleh pihak berwenang. Pemadaman internet semakin memperumit situasi.

Menanggapi banyaknya perhatian dunia internasional akan pembungkaman akses komunikasi, pada Selasa (13/1/2026) pemerintah merespons membuka sedikit akses yang tadinya ditutup. Telepon seluler di Iran dapat digunakan untuk melakukan panggilan ke luar negeri, tetapi akses internet masih terputus.

Bagaimana informasi menjadi ”senjata” aktivis di Iran?

Dimatikannya saluran internet dan komunikasi telepon tidak serta-merta membuat kejadian di Iran hilang. Potongan video dan foto-foto beresolusi rendah beredar di media sosial.

Yang terbaru, sebuah video yang beredar daring menunjukkan puluhan jenazah di kamar mayat di pinggiran ibu kota Iran. HRANA mengatakan pada Senin (12/1/2026) bahwa video tersebut menunjukkan Pusat Kedokteran Forensik Kahrizak.

Video itu diambil dari gambar user-generate content (UGC) pada Senin (12/1/2026). Pertama kali muncul secara daring pada Sabtu (10/1/2026) dan telah diverifikasi oleh tim AFPTV di Paris pada Minggu (11/1/2026).

Tumbang lima hari, bagaimana Starlink atasi blokir Teheran?

Selasa (13/1/2026), jaringan satelit Starlink perusahaan SpaceX milik Elon Musk itu bangkit kembali. Bahkan, penggunaannya digratiskan di seluruh Iran. Sejak itu, Starlink pun menjadi jalur utama bagi demonstran Iran untuk mengirim foto dan video ke luar negeri.

”Starlink sangat krusial,” kata Mehdi Yahyanejad, warga Iran yang memimpin organisasi nirlaba Net Freedom Pioneers, seperti dikutip Associated Press terbitan Kamis (15/1/2026).

Teheran sempat sukses menekan akses Starlink di hampir seluruh Iran di awal pemadaman. Keberhasilan ini membuat banyak ahli menduga Pemerintah Iran menggunakan jammer canggih tingkat militer, baik dari Rusia, China, maupun buatan domestik.

Mereka juga menyamakan cara kerjanya yang mirip dengan alat Rusia dalam mengacaukan sinyal pesawat nirawak (drone) Ukraina. Bedanya, alat yang digunakan Iran kali ini jauh lebih masif karena menjangkau hampir seluruh wilayah Iran.

”Sekitar 30 persen lalu lintas uplink dan downlink Starlink terganggu pada jam-jam awal, lalu meningkat menjadi lebih dari 80 persen sekitar pukul 22.00 waktu setempat,” kata peneliti internet, Amir Rashidi, dikutip dari media independen, Iran Wire.

Tak mau kalah, SpaceX disebut-sebut melakukan pembaruan perangkat lunak sehingga Starlink pun kembali dapat digunakan di seluruh Iran, lima hari setelah diganggu. Namun, kualitasnya tetap tak merata.

Di tengah kembalinya akses Starlink yang digratiskan, aktivis menduga SpaceX mendorong pembaruan perangkat lunak (firmware) pada layanan internet satelit tersebut. Ketersediaan gratis Starlink itu muncul dua hari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan menghubungi Elon Musk untuk meminta bantuan Starlink bagi para demonstran Iran.

Starlink diselundupkan ke Iran sejak unjuk rasa Mahsa Amini

Pertanyaan soal pergantian rezim di Iran semakin mengemuka seiring demonstrasi yang memprotes kematian Mahsa Amini pada September 2022. Unjuk rasa pun menggelora ketika itu. Media-media Arab Saudi begitu bergairah menyiarkan unjuk rasa di kota kecil yang diikuti puluhan orang sekalipun.

Sementara Reuters melaporkan, perangkat penghubung ke satelit Starlink mulai masuk ke Iran. Dengan Starlink, mustahil bagi Teheran membatasi akses internet. Akibatnya, para pengunjuk rasa bisa tetap bebas berkoordinasi dan merancang aksi.

Kontroversi Starlink di beragam konflik global

Komunikasi memanfaatkan jaringan satelit orbit rendah sangat penting bagi militer sebagai sarana komunikasi yang stabil di masa perang. Contohnya, bagaimana militer Ukraina memanfaatkan Starlink yang dioperasikan SpaceX untuk komunikasi antarunit, petugas medis, dan komandan tempur di lapangan.

Militer Ukraina juga menguji coba pemasangan antena Starlink di pesawat nirawak yang digunakan untuk menyerang basis pasukan dan peralatan tempur Rusia.

Persoalannya, militer Rusia juga memanfaatkan satelit yang sama untuk menghadang serangan-serangan yang dilancarkan militer Ukraina. Laporan Radio Free Europe (RFE), yang diperkuat pernyataan sejumlah pejabat militer Ukraina, menyebutkan, militer Rusia memiliki akses ke Starlink dari sebuah perusahaan yang juga menjual perlengkapan rumah tangga.

Sebuah situs Rusia, Topmachines, secara terbuka mengiklankan akses ke Starlink dengan biaya sekitar 220.000 rubel (sekitar Rp 37,6 juta) dengan biaya langganan bulanan mencapai 100 dolar AS (Rp 1,5 juta).

Anggota DPR Amerika Serikat berang karena pasukan AS yang ditempatkan di Taiwan tidak bisa mengakses Starshield SpaceX, satelit komunikasi yang dirancang khusus untuk tujuan militer. Sebaliknya, militer Rusia justru berhasil mengakses Starshield dan menggunakannya untuk menghalangi komunikasi pasukan Ukraina.

Hal itu membuat Komite China di DPR AS mengirim surat kepada CEO SpaceX Elon Musk. Mereka mendesak Musk untuk memberikan akses khusus bagi pasukan AS yang ditempatkan di Taiwan. Komite juga menyebut, ketiadaan akses membuat Musk dan SpaceX melanggar kontrak kerja sama dengan Pentagon.

  Kembali ke sebelumnya