Selamat datang di website E-PAPER PERPUSTAKAAN DPRRI.

Koleksi Perpustakaan DPR RI

Judul Banyak Pihak Terlibat dalam Evakuasi ATR 42-500, Bagaimana Perkembangan Pencarian Korban?
Tanggal 21 Januari 2026
Surat Kabar Kompas
Halaman -
Kata Kunci Pesawat Terbang
AKD - Komisi V
Isi Artikel

Keahlian individu dan kerja sama tim SAR gabungan efektif meringankan beratnya medan dan cuaca buruk di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Sulsel.

Oleh Saiful Rijal Yunus, Reny Sri Ayu, Kristian Oka Prasetyadi, Cornelius Helmy

Apa yang bisa Anda dapatkan dari artikel ini?

Bagaimana perkembangan terakhir pencarian korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung?

Hingga Selasa (20/1/2026) malam, pencarian masih dilakukan. Dihitung dari waktu kejadian, total sudah memasuki hari keempat atau melewati masa emas, selama tiga hari.

Sejauh ini, kondisi cuaca dan medan terjal yang tidak mudah dilintasi jadi kendala. Dari desa terdekat, Tompobulu, misalnya, perjalanan menuju puncak yang biasanya ditempuh warga memakan waktu 45 menit menjadi 2-3 jam.

Akan tetapi, tim pencari tidak patah arang. Lebih dari 1.000 orang dibagi dalam beberapa tim. Mereka bergantian mencari dan menggambarkan kondisi di sekitarnya.

Setiap pagi, mereka menggelar rapat untuk menentukan peran di lapangan. Adapun tim terdiri dari TNI, polisi, dan petugas SAR, hingga relawan dari berbagai komunitas pencinta alam, bahkan pribadi.

Berapa jenazah yang sudah ditemukan? Kendala apa yang muncul saat pencarian?

Sejauh ini, dua jenazah sudah ditemukan dan berhasil dievakuasi. Satu korban berhasil dibawa ke rumah sakit, sementara satu korban lainnya dievakuasi menuju ke jalan utama, Selasa (20/1/2026) malam.

Dalam upaya evakuasi itu, tim penyelamat dari berbagai instansi dan komunitas menghadapi medan terjal dan cuaca ekstrem selama puluhan jam. Meski demikian, delapan korban lainnya belum ditemukan.

Namun, bukan perkara mudah untuk mewujudkannya. Untuk mencapai salah satu korban, misalnya, tim mesti turun ke jurang sedalam 350 meter dan membutuhkan waktu 2 jam 10 menit. Hujan deras, angin kencang, dan kabut yang menciutkan jarak pandang jadi tantangan terberat.

Orang dengan keahlian apa saja yang terlibat dalam pencarian?

Sejauh ini latar belakang tim pencarian sangat beragam. Selain Basarnas, TNI, dan Polri, ada juga berbagai orang dengan keahlian khusus ikut serta dalam pencarian ini.

Salah satunya keterlibatan anggota Asosiasi Rope Access Indonesia (ARAI). Keahlian mereka dalam rappelling sangat vital dalam pencarian ini.

Selain itu, ada juga warga yang berprofesi sebagai pencari madu hutan. Sebagai orang setempat, kemampuan para pencari madu hutan ini jelas sangat vital menentukan rute aman saat cuaca tidak mendukung. Mereka juga diyakini ikut memberi rasa nyaman untuk tim pencari saat beraktivitas di gunung yang disebut-sebut memiliki beragam mitos itu.

Tidak ketinggalan juga ada pemandu wisata yang sukarela ikut mencari korban. Mereka juga diyakini tahu seluk beluk dan rute aman sebagai panduan dalam pencarian para korban.

Bagaimana kondisi keluarga korban yang tengah menanti kabar orang tersayang?

Sejauh ini, Polri telah menerima data antemortem semua orang yang diduga menjadi korban dalam insiden ini. Data itu diambil dari sanak kerabat di berbagai daerah. Ada yang diambil di Jawa Barat, Jakarta, hingga Sulawesi Utara.

Saat menunggu kabar terbaik, ada juga keluarga korban yang datang ke Makassar. Salah satunya adalah Neltje Maramis, ibu dari pramugari pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita. Dia tinggal di Minahasa, Sulut.

Neltje mengatakan, dirinya berharap kehadirannya bisa ikut membantu proses pencarian anaknya yang baru sebulan terakhir terbang bersama Indonesia Air Transports.

Kecelakaan pesawat selalu mendapat perhatian besar, kenapa hal itu terjadi?

Berbeda dengan moda transportasi lain, kecelakaan udara memang mendapat perhatian lebih. Dalam wawancara terpisah, keduanya menekankan rekor keamanan sektor penerbangan yang sangat baik sehingga satu kecelakaan menjadi sangat signifikan.

Selain itu, karena tingginya derajat teknis yang membutuhkan keahlian khusus dan eksklusif, investigasi kecelakaan pun hanya dapat dilakukan oleh pihak berwenang yang memiliki pengetahuan teknis serta kompetensi investigatif. Di Indonesia, kewenangan itu dipegang Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

 

 

  Kembali ke sebelumnya