Selamat datang di website E-PAPER PERPUSTAKAAN DPRRI.

Koleksi Perpustakaan DPR RI

Judul Mengapa Wisata Olahraga Sekarang Diminati?
Tanggal 27 Januari 2026
Surat Kabar Kompas
Halaman -
Kata Kunci Pariwisata
AKD - Komisi VII
- Komisi IX
Isi Artikel

Wisata olahraga membawa dampak positif, tidak saja secara sosial. Namun, juga secara ekonomi.

Oleh Yohan Wahyu

Apa yang dapat Anda pelajari dari artikel ini?

1. Bagaimana awalnya olahraga bisa menjadi obyek wisata yang menarik?

Di Indonesia, wisata olahraga sejatinya sudah dikembangkan sejak lama. Ada dua jenis sport tourism yang diselenggarakan di Indonesia, yaitu hard tourism dan soft sport tourism.

Hard tourism berupa acara perlombaan bersifat reguler, seperti Asian Games atau SEA Games. Sementara soft sport tourism biasanya berupa olahraga yang umum dilakukan masyarakat atau olahraga spesifik di luar ajang multisport, seperti maraton, fun run, sepeda, dan berselancar.

Beberapa di antaranya sudah mendapat panggung di kancah internasional dan menjadi bagian dari perlombaan yang dinantikan. Pada jenis olahraga bersepeda, misalnya, Indonesia sudah memiliki sejumlah perlombaan kelas internasional.

Tingginya partisipasi dan minat terhadap sejumlah wisata olahraga di Indonesia itu sangat berdampak positif terhadap pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Wisata olahraga memang diselenggarakan untuk turut mempromosikan potensi pariwisata daerah. Cara ini berhasil meningkatkan popularitas destinasi wisata dan potensi daerah tempat kegiatan perlombaan diadakan.

2. Bagaimana tren perkembangan wisata olahraga di Indonesia saat ini?

Fenomena wisata olahraga di Indonesia menunjukkan tanda-tanda positif. Hal ini merujuk Data Statistik Wisatawan Nusantara sepanjang 2022-2024 yang menunjukkan peningkatan wisatawan lokal yang berwisata olahraga (sport tourism).

Tahun 2022, sebanyak 4,06 persen wisatawan atau 29,8 juta perjalanan wisata dalam negeri melibatkan aktivitas wisata olahraga. Dua tahun berikutnya, persentasenya naik menjadi 5,93 persen atau 60,55 juta perjalanan wisata.

Pelaku industri olahraga dan pariwisata pun berlomba-lomba untuk menyelenggarakan kegiatan wisata olahraga dengan berbagai jenis kegiatan. Pada olahraga lari, misalnya, jumlah ajang lari yang tercatat di situs KalenderLari selama 2022-2025 meningkat pesat. Pada tahun 2022 tercatat ada 94 agenda lari, sementara pada 2025 tercatat ada sekitar 556 ajang.

Infografik Perjalanan Wisatawan Nusantara 2021-2024
 

Di tingkat global, perkembangan wisata olahraga juga dipandang sebagai peluang bagi industri pariwisata. Lembaga dunia UN Tourism pada tahun 2023 menyebutkan nilai wisata olahraga ini diperkirakan mencapai 609 miliar dolar AS.

Nilai tersebut diperkirakan bertumbuh hingga 16 persen pada tahun 2030. Prospek perkembangan wisata olahraga ini dilihat sebagai tren konsisten yang akan terus tumbuh mengikuti perubahan gaya hidup yang semakin sehat.

Tingginya animo masyarakat dalam mencoba aktivitas wisata olahraga itu setidaknya didorong oleh dua hal.

Pertama, meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan pascapandemi Covid-19 serta hadirnya tren gaya hidup sehat kekinian, khususnya di kalangan anak muda.

Kedua, perubahan perilaku wisatawan yang mulai mengutamakan pengalaman bermakna dibandingkan dengan sekadar berkunjung ke tempat wisata.

3. Apa dampak positif peningkatan wisata olahraga?

Wisata olahraga membawa dampak positif, tidak saja secara sosial, tetapi juga secara ekonomi. Secara sosial, wisata olahraga melahirkan fenomena pencitraan baru bagi wilayah yang menjadi tempat terselenggaranya wisata olahraga tersebut.

Bagi daerah perkotaan, sport tourism menjadi penyelaras kesibukan dan kepadatan kota-kota besar. Sementara itu, bagi daerah perdesaan dan kawasan budaya, wisata olahraga memberikan warna bagi kekhasan lokal yang dimiliki daerah bersangkutan.

Di sisi lain, dampak ekonomi juga mengucur dari ajang wisata olahraga itu bagi daerah penyelenggara dan masyarakat setempat. Kita lihat saja catatan hasil survei Litbang Kompas terhadap pelaku UMKM di venue dan sekitar lokasi penyelenggaraan LPS Half Marathon 2023.

Hasil survei merekam ada peningkatan pendapatan yang dinyatakan oleh sebanyak 27,3 persen responden saat ajang dibandingkan dengan hari biasa. Begitu pula dengan 58,3 persen responden pelaku usaha akomodasi yang juga merasakan peningkatan pendapatan usaha saat pelaksanaan LPS Half Marathon.

Ajang Half Marathon yang digelar di Jakarta ini tidak hanya dirasakan oleh warga Jakarta. Hal yang sama juga dinyatakan oleh warga yang wilayahnya digelar ajang Borobudur Marathon.

Peningkatan pendapatan juga dirasakan warga sekitar Borobudur saat Borobudur Marathon. Hasil Survei Litbang Kompas terhadap pelaku usaha penginapan selama Borobudur Marathon 2025 menyebutkan, sebanyak 83,3 persen responden merasakan peningkatan pendapatan. Hal serupa dirasakan oleh 65,5 persen responden pelaku usaha makanan dan minuman. (LITBANG KOMPAS)

 

  Kembali ke sebelumnya