| Judul | Seberapa Terbuka Peluang Kerja ”Live Streaming Host”? |
| Tanggal | 14 Oktober 2025 |
| Surat Kabar | Kompas |
| Halaman | - |
| Kata Kunci | Tenaga Kerja |
| AKD |
- Komisi IX |
| Isi Artikel | Seiring tren e-dagang, profesi ”live streaming host” makin banyak dibutuhkan. Seberapa besar kebutuhan akan pemandu siaran dagang ”live”? Oleh Caecilia Mediana Apa yang bisa dipelajari dari artikel ini? Mengapa muncul profesi pemandu live streaming? Live streaming host adalah semacam pemandu program siaran secara langsung (real time) di platform digital. Tugas utama seorang live streaming host di Indonesia umumnya berpusat pada interaksi dengan audiens, promosi produk, dan penjualan produk. Profesi ini muncul sebagai keniscayaan meluasnya akses internet di masyarakat dan fenomena belanja daring secara langsung (live shopping) baik barang maupun jasa. Situasi ini mendorong pemilik jenama atau merek semakin agresif mengadopsi strategi penjualan produk secara live di platform lokapasar dan media sosial. Strategi ini bukan lagi sebagai kebutuhan, melainkan keharusan bagi sebagian besar pemilik jenama. Dari sinilah kebutuhan akan tenaga pemandu penjualan live, terus berkembang. Bagaimana permintaan pasar pada pemandu live streaming? Lowongan kerja sebagai live streaming host belakangan ini makin banyak bermunculan di berbagai laman formal lowongan pekerjaan, dari Jobstreet by Seek hingga KarirHub yang dikelola oleh Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan. Berdasarkan data informasi lowongan kerja di sistem Pusat Pasar Kerja pada Januari-Agustus 2025, jumlah kebutuhan orang untuk mengisi posisi live streaming host mencapai 10.000 orang. Khusus bulan Agustus 2025, lowongan kerja sebagai live streaming host tersedia untuk 3.373 orang. Kepala Pusat Pasar Kerja Kemenaker Surya Lukita Warman, pada akhir September 2025, di Jakarta, mengatakan, posisi live streaming host termasuk dalam 10 besar lowongan pekerjaan yang paling banyak diiklankan di sistem Pusat Pasar Kerja Kemenaker. Posisi live streaming host berada di urutan ketujuh dari 10 lowongan pekerjaan terpopuler. Posisi lainnya, yang masih masuk 10 terpopuler, antara lain sales dan marketing, operator produksi, dan staf keuangan. Fenomena ini setidaknya terpantau selama Januari-Agustus 2025. Umumnya perusahaan yang banyak mempekerjakan live streaming host berasal dari sektor e-dagang, ritel, mode, kecantikan, dan agensi pemasaran. Apa kelebihan berjualan secara langsung dengan pemandu live streaming? Strategi penjualan digital secara langsung memberikan keuntungan tersendiri bagi pemilik merek. Strategi ini menawarkan sesuatu yang lebih nyata daripada sekadar foto produk yang ada di lapak lokapasar. Hadirnya pemandu dalam sesi penjualan live meningkatkan interaksi dengan calon pembeli. Calon pembeli bisa bertanya secara langsung kepada pemandu dan direspons saat itu juga. Sejumlah pemandu bahkan bersedia mencoba produk yang dijualnya pada sesi itu. Dengan cara seperti itu, calon konsumen semakin yakin dengan produk yang akan mereka beli.
Apabila pemandu live streaming termasuk populer, ada kemungkinan para pengikut sang pemandu di media sosial juga ikut dalam sesi penjualan live. Keuntungan lainnya, anggaran untuk merekrut pemandu live streaming lebih masuk akal dibandingkan anggaran beriklan di platform lokapasar ataupun social commerce. Apa persyaratan untuk menjadi pemandu live streaming? Latar belakang pemandu live streaming cukup beragam, mulai dari mahasiswa yang masih kuliah, sarjana, sampai ibu-ibu rumah tangga. Hal ini menunjukkan profesi ini relatif terbuka untuk berbagai kalangan. Sebagian pemberi kerja dan agensi live streaming mensyaratkan pendidikan calon host minimal sarjana. Sebagian agensi lainnya hanya mensyaratkan latar belakang pendidikan minimal SMA atau SMK. Syarat pendidikan tidak mutlak asalkan calon host memiliki kemauan belajar. Selain itu, pengalaman menjadi host dalam siaran live dagang menjadi faktor penentu. Penampilan fisik juga bukan prioritas utama. Yang penting calon host bisa merepresentasikan karakter barang yang akan dijual. Saat seleksi wawancara perekrutan host oleh pemberi kerja atau agensi, kandidat biasanya diminta mempraktikkan jualan di depan kamera untuk dinilai kemampuannya dalam berbicara, ekspresi, dan kepercayaan diri di depan kamera. Berapa kisaran gaji pemandu live streaming? Gaji yang ditawarkan kepada live streaming host Rp 3 juta-Rp 5 juta per bulan. Di luar gaji, ada tambahan insentif bagi host yang mampu meningkatkan transaksi dan benefit lainnya. Ada pula pemandu penjualan live yang dibayar per jam Rp 88.800-Rp 99.900 plus pajak, bergantung jatah waktu siarannya. Rata-rata host bekerja enam jam per hari. Meski demikian, pendapatan pemandu dagang live bergantung musim. Pada musim ketika konsumen aktif belanja daring, pendapatan pemandu bisa melonjak. Jumlahnya bisa mencapai Rp 8 juta-Rp 10 juta per bulan karena ada tambahan insentif. Namun, saat musim konsumen jarang belanja daring, penghasilan host kemungkinan turun. Selain insentif, kadang pemandu yang gaya jualannya memikat bisa memperoleh hadiah virtual dari penonton. Hadiah virtual biasanya bisa ditukar dengan uang. Bagaimana status kerja pemandu live streaming? Ekosistem profesi live streaming host, terutama untuk e-dagang, meliputi pemilik merek, agensi dan manajemen talenta, platform edagang enablers, hingga rumah produksi digital. Pemandu atau host biasanya dipekerjakan oleh pemilik jenama yang membuat sendiri siaran dagang live. Sebagian lagi dipekerjakan oleh agensi yang menjadi vendor siaran dagang live jenama tertentu. Secara umum, mereka bekerja dengan status kontrak jangka pendek, misalnya tiga bulan. Setelah itu, mereka akan dievaluasi berdasarkan performa komunikasi, kedisiplinan, capaian penjualan, dan lain-lain. Sebagaimana pekerja gig yang bekerja dengan status kontrak jangka pendek ataupun kemitraan, status ketenagakerjaan mereka tergolong rentan. Mereka bisa kehilangan pekerjaan kapan saja tanpa kompensasi yang jelas. Mereka juga sering kali tidak memiliki akses tunjangan dan perlindungan sosial untuk pekerja formal.
|
| Kembali ke sebelumnya |