Selamat datang di website E-PAPER PERPUSTAKAAN DPRRI.

Koleksi Perpustakaan DPR RI

Judul Tantangan Global Kian Berat, DPR Dorong BUMN Jadi Motor Ekonomi Nasional
Tanggal 26 Juli 2025
Surat Kabar Rakyat Merdeka
Halaman 1
Kata Kunci bumn
AKD - Komisi VI
Isi Artikel

Tantangan Global Kian Berat
DPR Dorong BUMN Jadi Motor Ekonomi Nasional
Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : AULIA DARWIS
Parlemen

facebook sharing buttontwitter sharing buttonwhatsapp sharing buttonemail sharing buttonsharethis sharing button
Sabtu, 26 Juli 2025 07:35 WIB
Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal. (Foto: Instagram cucun_centre).
Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal. (Foto: Instagram cucun_centre).
A+ A-
RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan menaruh harapan besar pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi motor penggerak ekonomi nasional di tengah tantangan gejolak ekonomi politik global.

Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal menyatakan, Indonesia saat ini menghadapi ketidakpastian global, fluktuasi harga komoditas, perlambatan ekonomi pasca pandemi, hingga tekanan terhadap sektor industri.

Dalam situasi seperti ini, sinergi antar-pemangku kepentingan, khususnya peran BUMN menjadi sangat penting.

"BUMN memegang peran kunci memperkuat fondasi eko­nomi nasional di tengah berbagai tantangan global dan domestik yang masih berlangsung,” ujar Cucun dalam Seminar Nasional bertema “Peran BUMN dalam Memperkuat Ekonomi Dalam Negeri" di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/7/2025).

Baca juga : Anak Muda RI-UEA Sepakat Bentuk Holding Investasi

Menurut Cucun, Pemerintah telah mengeluarkan berbagai ke­bijakan untuk mendorong pemu­lihan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Seperti, reformasi struktural, peningkatan iklim investasi, hingga digitalisasi sektor ekonomi telah dijalankan.

"Tapi, efektivitasnya tetap membutuhkan keterlibatan aktif dan koordinasi dari seluruh ele­men bangsa, termasuk BUMN,” tegas politikus PKB ini.

Menurut Cucun, BUMN me­miliki posisi strategis karena mewakili banyak sektor penting dalam perekonomian nasional. Karena itu, keterlibatan aktif perusahaan pelat merah dalam membangun ekosistem ekonomi yang kolaboratif dan berkeadilan menjadi sangat krusial.

Melalui seminar ini, Cucun berharap tercipta ruang dialog yang konstruktif serta pertu­karan gagasan antara berbagai pemangku kepentingan.

Baca juga : ASN Harus Rancang Pensiun Melalui Usaha Dan Investasi

“Ini momentum untuk mem­pertemukan teori dan praktik, analisis dan aksi, demi mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri secara ekonomi,” tegasnya.

Di tempat sama, anggota Komisi VI DPR Firnando Ganinduto menambahkan, BUMN bukan hanya sekadar entitas bisnis milik negara tapi menjadi agen pembangunan yang men­jalankan mandat sebagai negara.

Termasuk, mewujudkan pemer­ataan ekonomi, menyediakan layanan dasar dan infrastruktur untuk menggerakkan sektor industri dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Juga menjaga kedaulatan dan ketahanan ekonomi nasional me­lalui transformasi yang sedang dijalankan oleh kementerian BUMN," kata dia.

Baca juga : Soal Pemilihan Kepala Daerah, Golkar Sedang Kaji 2 Opsi

Firnando menyebut peran BUMN dalam ekonomi nasional sangat relevan. Terlebih, dalam konteks pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Konsolidasi dan digitalisasi diyakini membuat kerja BUMN semakin profesional dan kom­petitif, baik di tingkat nasional maupun global.

"Juga harus hadir hingga ke pelosok seperti Papua sebagai bagian dari upaya yang mewu­judkan keadilan ekonomi," tan­das politikus Golkar ini.

Terakhir, Firnando berharap seminar ini menjadi forum yang mempertemukan berbagai pandangan kritik. Termasuk, memberi solusi bersama guna menguatkan peran BUMN sebagai pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

https://rm.id/baca-berita/parlemen/274549/tantangan-global-kian-berat-dpr-dorong-bumn-jadi-motor-ekonomi-nasional

  Kembali ke sebelumnya