| Judul | Sangkuriang, KA Bandung-Banyuwangi Beroperasi Mulai 1 Mei |
| Tanggal | 22 April 2026 |
| Surat Kabar | Kompas |
| Halaman | 9 |
| Kata Kunci | Pengangkutan |
| AKD |
- Komisi V |
| Isi Artikel | Tiket KA Sangkuriang dijual dari Rp 500.000 hingga Rp 2,5 juta. Ada tiga kelas yang ditawarkan, yakni ekonomi, eksekutif, dan ”suite class compartment”. Oleh Yosepha Debrina Ratih Pusparisa JAKARTA, KOMPAS — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan mengoperasikan KA Sangkuring untuk lintas Bandung-Banyuwangi dengan KA Sangkuriang. Layanan yang beroperasi perdana pada 1 Mei 2026 itu dapat dijajal dengan diskon tiket hingga 50 persen. Wisatawan menjadi target utama pangsa pasar KA Sangkuriang. Badan Usaha Milik Negara itu memperkenalkan layanan baru KA Sangkuriang. Layanan tersebut akan mengakomodasi perjalanan langsung relasi Bandung (Jawa Barat) dan Ketapang di Banyuwangi (Jawa Timur). Demikian pula sebaliknya. KA Sangkuriang akan mulai beroperasi pada Jumat (1/5/2026) untuk perjalanan Bandung-Ketapang (KA 7044A). Sebaliknya, arah Ketapang-Bandung (KA 7043A) akan mulai berjalan pada Sabtu (2/5/2026). Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan, setidaknya terdapat tiga pangsa pasar yang dituju, termasuk calon-calon penumpang potensial. ”Pertama, wisatawan. Kedua, (kami) pasti juga melihat okupansi (tingkat keterisian) dinamis dari stasiun-stasiun tempat naik-turun, sepanjang di lintasan rute. Ketiga, (kami) melihat potensi Banyuwangi juga bertumbuh, ya, sama seperti Purwokerto dan Yogyakarta,” tutur Anne saat dihubungi di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Ketika ditanya lebih lanjut, Anne mengemukakan, KA Sangkuriang bersifat komersial. Untuk itu, rute sudah mengantongi izin Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Koordinasi dengan pemerintah daerah setempat juga dilakukan agar bisa berkolaborasi untuk pertumbuhan wisata dan ekonomi. KA Sangkuriang diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin bepergian dengan rute Bandung menuju Banyuwangi, tanpa perlu transit. Layanan ini dapat makin memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Jawa sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih efisien dan nyaman. ”KA Sangkuriang dihadirkan untuk memberikan kemudahan akses perjalanan jarak jauh yang lebih praktis bagi masyarakat. Dengan relasi langsung Bandung hingga Banyuwangi, pelanggan kini dapat menikmati perjalanan yang lebih efisien tanpa perlu berganti kereta,” tutur Anne dalam siaran persnya. KAI memberikan promosi diskon tiket hingga 50 persen, khusus untuk perjalanan perdana rute Bandung-Ketapang pada 1 Mei 2026. Tiket ini dapat diperoleh melalui aplikasi Access by KAI serta kanal penjualan resmi lainnya. KA Sangkuriang beroperasi dengan tiga kelas layanan, yakni ekonomi, eksekutif, dan suite class compartment. Kelas-kelas kursi ini dilakukan guna mengakomodasi kebutuhan pelanggan dengan tingkat kenyamanan yang berbeda. Tiket mulai Rp 500.000 Berdasarkan pemantauan Kompas untuk rute Bandung hingga Ketapang, tiket kelas ekonomi dijual Rp 500.000 dan eksekutif dijual Rp 750.000. Kelas paling atas, yakni suite class compartment dijual hingga Rp 2,5 juta. KA Sangkuriang akan menjangkau 24 stasiun dari Jawa Barat hingga Jawa Tengah. Dari Stasiun Bandung, kereta tersebut dijadwalkan berangkat pukul 14.45 WIB hingga tiba di Stasiun Ketapang pukul 06.52 WIB atau sehari setelah keberangkatan. Sebaliknya, dari Stasiun Ketapang, KA akan berangkat pukul 14.00 WIB. Kereta yang sama dijadwalkan tiba di pemberhentian terakhir di Stasiun Bandung pukul 08.30 WIB. KA Sangkuriang, Anne melanjutkan, akan melintasi beberapa kota utama. Di antaranya Tasikmalaya, Ciamis, Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya, dan Jember sebelum tiba di Banyuwangi. Jalur ini membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk menjelajahi berbagai potensi wisata, seperti alam, kuliner, sejarah, dan budaya. ”Kami berharap kehadiran KA Sangkuriang dapat menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan antarkota dengan KAI,” ujarnya. Dalam penelitian ”Rute Potensial Destinasi Wisata Kabupaten Banyuwangi” oleh Indah Sulistio Rini (2020), Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjadikan pariwisata sebagai unggulan penopang perekonomian daerah. Kegiatan-kegiatan bervariasi untuk menarik wisatawan dihelat setiap tahun. Misalnya, Banyuwangi Ethno Carnival, Tour de Ijen, dan Gandrung Sewu. Selain stasiun, Banyuwangi juga terkoneksi dengan Bandara Blimbingsari dan Pelabuhan Ketapang yang memudahkan wisatawan bepergian ke daerah ujung Jawa Timur itu. Penelitian itu juga menyebutkan, sumbangan sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto daerah (PDRB) belum optimal. Hal ini ditengarai akibat jaringan kemitraan yang masih sempit, daya dukung infrastruktur serta sumber daya manusia pariwisata setempat yang masih lemah. Memperluas jangkauan Ekspansi KAI dengan rute Bandung-Banyuwangi melalui KA Sangkuriang makin memperluas jangkauan mobilitas masyarakat. Pembangunan makin berkembang, terutama pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Jember dan Banyuwangi, serta pergerakan penyeberangan ke Bali dan sebaliknya sudah terakomodasi KA secara langsung. Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana mengatakan, angkutan KA sudah tersedia dari wilayah Jember dan Banyuwangi ke arah Malang, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Cilacap, Cirebon, Purwokerto, dan Jakarta. Ada pula layanan KA langsung yang menghubungkan langsung Banyuwangi dengan Jakarta tanpa transit. Layanan ini adalah KA Blambangan dan KA kelas layanan eksekutif penuh dan prioritas, yaitu KA Pandalungan untuk lintas Jember-Jakarta. ”Namun, belum ada layanan KA yang menghubungkan langsung Bandung dengan Banyuwangi. Dalam pandangan saya, layanan KA dari Bandung ke Banyuwangi akan memberi alternatif moda bagi masyarakat yang butuh akses ke wilayah timur Pulau Jawa,” tuturnya. Sebab, Bandara Banyuwangi saat ini hanya melayani tujuan Jakarta. Serupa, Bandara Jember juga belum aktif beroperasi. Berkaca dari layanan KA Bandung-Yogyakarta/Solo yang kerap dipadati wisatawan domestik dan mancanegara, maka ada potensi layanan KA Bandung-Banyuwangi juga akan diminati wisatawan. ”KA Bandung-Banyuwangi ini diperlukan untuk mempermudah mobilitas masyarakat dan juga untuk meningkatkan aksesibilitas di perkotaan wilayah Jawa Barat bagian selatan dengan wilayah timur Pulau Jawa,” ujar Aditya. Soal pangsa pasar, Aditya melanjutkan, target utama KA Sangkuriang adalah para pengguna yang bermobilitas dari wilayah bagian selatan Jawa Barat ke wilayah timur Jawa dan Bali, begitu pula sebaliknya. Sebab, selama ini belum ada layanan KA dari Bandung menuju wilayah timur Jawa dan sebaliknya. Ia mengingatkan, jalur KA lintasan selatan Jawa Barat memiliki kontur pegunungan yang rawan bencana, termasuk pergerakan tanah, khususnya pada musim hujan. Maka, KAI, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lain perlu mengantisipasi dan memitigasi secara cermat dan intens untuk memetakan titik rawan. Tidak hanya itu, penyediaan sarana dan material untuk pemulihan jalur dan evakuasi juga dibutuhkan. |
| Kembali ke sebelumnya |