| Judul | Kecelakaan Bus ALS Dipicu Jalan Berlubang, Gubernur Sumsel Klaim 90 Persen Jalan Mulus |
| Tanggal | 08 Mei 2026 |
| Surat Kabar | Kompas |
| Halaman | - |
| Kata Kunci | Pengangkutan jalan raya |
| AKD |
- Komisi V |
| Isi Artikel | Tabrakan itu memicu ledakan dan kebakaran hebat pada kedua kendaraan. Oleh Adrian Fajriansyah PALEMBANG, KOMPAS — Polisi menyebut ada dugaan kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera atau ALS dan truk tangki minyak di kawasan Musi Rawas Utara terkait kondisi jalan berlubang. Namun, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengklaim, mayoritas jalan di Sumsel sudah berkondisi mantap atau 90 persen mulus. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumsel dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Mohamad Hasan, Palembang, Kamis (7/5/2026), mengatakan, dari keterangan para saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan itu melibatkan bus ALS dengan nomor polisi BK 7778 DL yang dikemudian Alif (44). Bus yang mengangkut belasan penumpang itu melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi. Setiba di lokasi kejadian di Jalan Lintas Sumatera, kawasan Karang Jaya, Musi Rawas Utara, Rabu pukul 12.30 WIB, bus diduga berupaya menghindari lubang jalan sehingga kehilangan kendali dan berbelok ke jalur kanan atau jalur berlawanan arah. Di saat bersamaan, truk tangki minyak milik PT Seleranya yang dikemudikan Aryanto (49) melintas dari arah berlawanan. Akibatnya, terjadi tabrakan frontal yang tidak bisa terhindarkan antara bus dan truk tersebut. Tabrakan itu memicu ledakan dan kebakaran hebat pada kedua kendaraan. Ledakan dan kebakaran itu disinyalir dipicu minyak yang dibawa truk. Kecelakaan maut itu menyebabkan 16 orang tewas, terdiri dari 11 penumpang bus, Saf (52) dan Maleh (42) selalu kenek bus, Alif selaku supir bus, Aryanto selaku supir truk, dan Martono (48) selaku penumpang truk. Saf dan Maleh diketahui sebagai warga Medan, Sumatera Utara, sedangkan Alif berasal dari Jawa Tengah. Adapun Aryanto warga Lubuk Linggau, sedangkan Martono warga Desa Belani, Muratara. Para korban tewas dengan kondisi luka bakar parah. Semua jenazah telah dipindahkan dari RSUD Siti Aisyah, Lubuk Linggau ke RS Bhayangkara, Palembang untuk menjalani proses identifikasi. Seluruh jenazah tiba di RS Bhayangkara, Kamis (7/6/2026) pagi. Selain korban tewas, terdapat empat korban selamat. Tiga korban selamat mengalami luka bakar berat, yakni penumpang bus asal Tegal, Jawa Tengah bernama Muhammad Fahrul Hubaidi (31), serta Jumiatun (35) dan Ngadiono (44) yang sama-sama penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah. Ketiganya dirawat intensif di RSUD Rupit. Seorang korban selamat lainnya adalah kenek bus yang berasal dari Riau, yakni M Fadli bin Ibrahim (30). Dia mengalami luka ringan berupa lecet di kaki dan tangan. Setelah menerima perawatan, dirinya dibawa untuk dimintai keterangan di Kantor Satlantas Kepolisian Resor (Polres) Musi Rawas Utara. Dari olah TKP, petugas menemukan sejumlah barang bukti di dalam bus yang menjadi perhatian penyidik. Barang bukti itu, antara lain, tabung gas di bagasi, kursi kayu, mesin sepeda motor, hingga dua sepeda motor yang berada di dalam dan di depan bus. Barang-barang ini diduga memperparah dampak kebakaran saat ledakan terjadi. Penyidik Satlantas Polres Musi Rawas Utara pun sedang mendalami faktor kelalaian dan kondisi infrastruktur jalan di lokasi kejadian. ”Memang petugas mendapatkan data informasi bahwa bus berusaha menghindari lubang jalan sebelum kecelakaan. Akan tetapi, tim masih melakukan menginvestigasi untuk memastikan penyebab kecelakaan, apakah dipicu kelalaian manusia atau kelalaian prosedur perjalanan, kondisi infrastruktur jalan, ataupun faktor lain, seperti cuaca,” ujar Nandang. Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menuturkan, jalan yang menjadi lokasi kejadian kecelakaan bukan wewenang provinsi. Sebab, jalan itu berstatus jalan nasional. Terkait kondisi jalan di Sumsel, dia mengklaim, sebagian besar dalam kondisi mantap atau di atas 90 persen baik. Terlepas dari itu, penyebab kecelakaan tersebut belum dipastikan secara resmi oleh kepolisian. Hingga kini, belum ada kepastian apakah kecelakaan itu disebabkan sopir mengantuk, jalan berulang, pelanggaran lalu lintas, atau faktor lainnya. ”Kepastian penyebab kecelakaan itu masih menunggu hasil investigasi kepolisian,” kata Herman. Dalam kesempatan tersebut, Herman menyampaikan, kecelakaan itu harus menjadi pelajaran untuk semua pihak. Dia meminta masyarakat untuk lebih waspada dan hati-hati dalam berkendara.
|
| Kembali ke sebelumnya |