Selamat datang di website E-PAPER PERPUSTAKAAN DPRRI.

Koleksi Perpustakaan DPR RI

Judul Bagaimana Mencegah Tertular Influenza A yang Sedang Merebak?
Tanggal 21 September 2026
Surat Kabar Kompas
Halaman -
Kata Kunci Kesehatan Masyarakat
AKD - Komisi IX
Isi Artikel

Apa itu influenza A?

Influenza A sebenarnya tidak merujuk pada satu jenis virus saja. Huruf A di awal menandakan tipenya, yang kemudian dikelompokkan lagi berdasarkan protein permukaannya, yakni hemaglutinin (H) dan neuraminidase (N).

Di antara berbagai jenisnya, subtipe yang paling sering ditemukan pada manusia adalah A(H1N1)pdm09 serta A(H3N2) .Varian A(H1N1)pdm09 merupakan turunan langsung dari virus yang memicu pandemi pada 2009.

Sementara itu, A(H3N2) dikenal sebagai virus musiman yang sudah lama bersirkulasi di masyarakat. Sifatnya yang mudah bermutasi membuat influenza A wajib terus diawasi secara ketat. Kementerian Kesehatan pun menyatakan bahwa tipe virus inilah yang paling berisiko memicu kembali pandemi global.

Menurut ahli epidemiologi Universitas YARSI, Dicky Budiman, saat ini galur H1N1pdm09 tengah mendominasi penularan, menggantikan posisi H3N2 yang sebelumnya marak dan dikenal dengan istilah ”superflu” pada periode November 2025 hingga awal 2026. Perubahan subtipe dominan antarmusim ini dinilai sebagai siklus yang wajar bagi karakteristik virus influenza.

Secara virologis, H1N1pdm09 sendiri merupakan evolusi dari galur penyebab pandemi 1909 yang dalam sepuluh tahun terakhir telah berubah status menjadi virus flu musiman berdampingan dengan influenza B.

Seberapa berbahaya jika terjangkit influenza A?

Secara klinis, tingkat keparahan infeksi H1N1pdm09 sebenarnya tidak lebih tinggi daripada jenis influenza lainnya. Seluruh varian yang saat ini terpantau oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga masih berada dalam kerangka sistem surveilans yang sudah mapan.

Meskipun demikian, gejala influenza A umumnya terasa lebih berat dibandingkan flu biasa. Infeksi ini ditandai dengan demam tinggi yang disertai menggigil, nyeri otot, batuk persisten, serta kelelahan tubuh yang bisa berlangsung hingga dua minggu.

Akibat gejala yang lebih intens tersebut, risiko komplikasi dari influenza tipe A dan B pun lebih tinggi. Kondisi ini berpotensi memicu radang paru-paru (pneumonia), kegagalan pernapasan, hingga memperparah penyakit jantung dan kondisi kronis lainnya—sesuatu yang sangat jarang terjadi pada flu biasa.

Perbandingan infeksi korona dan influenza Infografik

Kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak di bawah usia 5 tahun, orang lansia, serta penderita penyakit penyerta (komorbid) jantung dan paru tercatat sebagai pihak yang paling berisiko mengalami komplikasi berat.

Bagaimana penularan influenza A di Indonesia?

 

Berdasarkan data surveilans Kementerian Kesehatan, tren kasus influenza di Indonesia menunjukkan fluktuasi atau naik-turun sepanjang tahun. Proporsi kasus positif dapat meningkat tajam pada pekan-pekan tertentu sebelum akhirnya kembali melandai.

Penyebaran virus pernapasan ini sangat terbantu oleh lingkungan yang padat populasi dan mempertemukan banyak orang secara dekat, seperti ruang kelas, kantor, sarana transportasi umum, asrama, hingga lingkungan rumah tangga.

Sebagai negara tropis, Indonesia tidak memiliki pola musim dingin yang tegas seperti di wilayah empat musim. Kendati demikian, Kemenkes mencatat bahwa lonjakan kasus influenza tetap dipengaruhi oleh faktor cuaca dan memiliki potensi meningkat terutama saat musim hujan tiba.

Bagaimana cara mengatasi penyakit influenza?

Walaupun bukan penyakit yang selalu ringan, sebagian besar orang dapat sembuh dari influenza tanpa pengobatan khusus. Kuncinya adalah bersikap bijak: tidak perlu panik saat mendapati flu ringan, tetapi tetap waspada karena flu tidak selalu sepele.

Guna mencegah penularannya, penting untuk menjaga gaya hidup sehat melalui asupan gizi seimbang, istirahat cukup, olahraga, kebersihan yang terjaga, dan penggunaan masker. Perlindungan ini juga bisa dioptimalkan dengan mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok berisiko tinggi.

Vaksin flu ini biasanya diulang setiap periode. Hal ini bukan karena vaksin tersebut tidak efektif. Virus influenza mengalami mutasi bertahap pada protein permukaan H dan N. Karena itu, komposisi vaksinnya harus terus diperbarui, berdasarkan strain yang diprediksi dominan

Penulis: Tim Redaksi Kompas Editor: Nasrullah Nara Penyelaras Bahasa: Nur Adji

  Kembali ke sebelumnya