Selamat datang di website E-PAPER PERPUSTAKAAN DPRRI.

Koleksi Perpustakaan DPR RI

Judul Badan Usaha Bisa Usulkan Proyek Tol, Pemerintah Dorong Pencairan Pinjaman IDB
Tanggal 07 November 2016
Surat Kabar Kompas
Halaman 19
Kata Kunci
AKD - Komisi V
Isi Artikel JAKARTA, KOMPAS — Badan Pengatur Jalan Tol membuka peluang badan usaha untuk mengusulkan ruas tol. Ruas yang tengah diusulkan adalah Cileunyi-Solo dan Demak-Gresik. Jika kajiannya lancar, ruas tol tersebut akan menyusul prakarsa sebelumnya, yakni Jakarta-Cikampek Layang. "Memang pemerintah sudah memiliki rencana umum pembangunan jalan tol. Namun, dengan adanya usulan atau prakarsa dari badan usaha, akan mempercepat. Kalau kita lihat Tol Trans-Jawa yang sekarang dibangun itu sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 1990-an. Toh nanti tol prakarsa pun tetap kita lelang," kata Kepala BPJT Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaputra Zuna, akhir pekan lalu, di Jakarta. Salah satu tol prakarsa adalah Jakarta-Cikampek Layang yang diusulkan PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan telah dimenangkan lelangnya oleh konsorsium perusahaan pelat merah tersebut. Adapun yang saat ini juga tengah dikaji adalah Tol Jakarta-Cikampek II Selatan yang juga merupakan usulan atau prakarsa PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Herry mengatakan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah mengusulkan pembangunan tol antara Demak sampai Gresik sepanjang sekitar 234,39 kilometer. Diperkirakan, ruas tersebut memerlukan investasi sebesar Rp 43,05 triliun. Selain itu, kata Herry, PT Jasa Marga (Persero) Tbk juga mengusulkan untuk membangun ruas tol mulai Cileunyi sampai Yogyakarta dan dilanjutkan hingga Solo. "Memang kami minta agar itu dibangun jadi satu ruas. Soalnya kalau dipenggal-penggal jadi beberapa ruas, nanti yang berada di tengah atau yang lalu lintasnya sepi tidak akan pernah dibangun tol," kata Herry. Segera dilelang Saat ini, kata Herry, ruas Tol Jakarta-Cikampek II Selatan diusahakan dapat segera dilelang akhir tahun ini. Untuk dua ruas tol prakarsa lainnya, Demak-Gresik dan Cileunyi-Solo, pihaknya masih menunggu kajian awal dari badan usaha yang mengusulkan pembangunannya. Setidaknya diperlukan waktu satu tahun setelah kajian kelayakan diajukan oleh badan usaha hingga kemudian dilelang. Menurut Herry, di sisi pembiayaan, terdapat ketidaksesuaian mekanisme pengembalian pinjaman dari perbankan yang biasanya flat sedari awal, sementara pendapatan jalan tol masih kecil, maka perlu ada fasilitas seperti junior loan atau jaminan pemerintah. Jalan pantai selatan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, pihaknya tengah mendorong proses pencairan pinjaman dari Bank Pembangunan Islam (IDB) untuk membiayai proyek pembangunan jalan pantai selatan (pansela). "Kami ingin proses di bank tidak lama. Kami minta tahun depan pembangunan dapat dimulai dan agar semua pinjaman IDB ditempatkan di pansela," ujar Arie. Arie mengatakan, total pinjaman dari IDB mencapai 500 juta dollar AS yang semuanya akan difokuskan untuk pembangunan jalan pansela. Dari catatan Kompas, untuk 2017 pinjaman yang ditarik sebesar 250 juta dollar AS. Pemerintah kemudian mengupayakan pinjaman tahap kedua dari IDB juga untuk pembangunan jalur pansela. Menurut Arie, selain dari IDB, pihaknya juga mencari sumber pembiayaan lainnya, yakni dari surat berharga syariah negara (SBSN) sekitar Rp 500 miliar. Pembiayaan tersebut untuk mengejar tersambungnya Pansela di Jawa Tengah tahun 2017. Adapun di Jawa Tengah yang belum tersambung sepanjang 103 km dari 216 km, di DI Yogyakarta yang belum tersambung sepanjang 56 km dari total 121,7 km, dan di Jatim yang belum tersambung 269 km dari total 673,79 km. Meski demikian, total masih terdapat 455 km jalan lintas pansela yang belum tersambung. Di sisi lain, pihaknya juga melihat kembali desain beberapa jembatan yang dirasa memakan biaya terlalu besar, seperti jembatan Srandakan, Yogyakarta. Pembangunan jembatan tersebut direncanakan memerlukan biaya hingga Rp 400 miliar. "Ini akan kami optimalkan," ujar Arie. Di dalam Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah 2015-2019, rencana pembangunan jalan lintas pansela disebut kegiatan Construction Development of Trans South-South Java. Untuk pinjaman yang pertama digunakan untuk membiayai ruas Batas Jawa Barat-Patimuan-Tambakreja-Bantarsari (10,5 km), Jladri-Tambakmulyo (4,5 km), jembatan Kretek 2 (0,55 km), Legundi-Panjan (4,7 km), Jerukwudel-Baran-Duwet (7 km), dan Munjungan-Prigi-Batas Tulungagung. (NAD)
  Kembali ke sebelumnya