| Isi Artikel |
[JAKARTA] Koordinator B i d a n g P eme n a n g a n Pemilu Wilayah Indonesia I Partai Golkar (PG), Nusron Wahid menegaskan, partainya mulai melakukan akselerasi mesin politiknya guna menjadikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2019. "Secara politik kami melakukan apa yang menjadi tugas partai mend u k u n g s e g a l a p r ogram-program prorakyat pemerintahan Jokowi dan sejalan dengan itu kami juga bergerilya melakukan langkah politik ke rakyat langsung," katanya, di acara pembukaan Rakornis PG, di Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (2/9) malam. Nusron menyatakan, saat Jokowi bekerja untuk mensejahterakan rakyat, PG bersedia menjadi motor da l am urusan po l i t i k . Tujuannya, agar Jokowi bisa kembali memimpin Indonesia pada periode berikutnya. "Itu meyakinkan kenapa Presiden Jokowi harus didukung lagi untuk periode keduanya pada 2019 nanti. Dengan kami melakukan langkah politik ini, harapannya Presiden bisa fokus bekerja, bekerja, dan bekerja," ujar dia. "Ini konsolidasi sumber daya Partai Golkar dalam r angka memenangkan Pemilihan Presiden 2019 yaitu Pak Jokowi. Saya kira partai pertama di Indonesia yang paling siap untuk pemilu adalah Golkar. Karena sudah punya calon presiden, yang lain belum punya," katanya. Pada Pilpres 2019 nanti, Partai Golkar sudah menargetkan minimal 60% kemenangan untuk Jokowi. Strategi dilakukan dengan berbagai cara dan pendekatan terhadap rakyat. "Targetnya Pak Jokowi menang, minimal 60%. Strateginya dengan kami me ng a b a r k a n t e n t a ng keberhasilan pemerintah, dan me l akukan advokasi-advokasi terhadap rakyat yang belum bisa menikmati program-program pemerintah," papar Kepala BNP2TKI itu. "Kedua melakukan konsolidasi mesin politik sampai ke RT/RW. Ketiga membuat program-program yang menyentuh kepada rakyat secara langsung dalam rangka mensejahterakan rakyat," katanya. Contoh nyata yang dilakukan Golkar adalah dalam hal advokasi kepada masyarakat. Seperti advokasi tentang ekonomi, advokasi kredit usaha rakyat, advokasi lembaga zakat, infak, dan sedekah untuk bidang agama. "Kan, masih banyak lembaga yang belum punya. Nomor empat advokasi tanah wakaf yang masih banyak berserakan. Ini akan kita advokasi dalam rangka untuk mengakseskan program-program pemerintah kepada r akya t , ” ucap Nusron. Soal Golkar yang dianggap mencuri start dalam hal Pemilu 2019 oleh partai-partai lain, itu tak terlalu dianggap sebagai hambatan politik. Menurut Nusron, lebih baik persiapan dilakukan jauh-jauh hari ketimbang terburu-buru ketika saatnya tiba nanti. Pilkada 2017 Dalam Rakornis yang bakal berlangsung hingga Mi nggu ( 4 / 9 ) , s e l a i n penegasan dukungan kepada Jokowi di Pilpres 2019, PG juga merapatkan barisan untuk persiapan Pilkada Serentak 2017. Ketua Umum PG Setya Novanto mengemukakan, Rakornis diadakan untuk memberikan pengarahan, s t r a t eg i dan l angkahlangkah PG kepada pengurus di daerah. Tujuannya agar pengurus daerah mempunyai bekal dalam menghadapi pilkada. Di sisi lain, Rakornis bertujuan untuk menerima masukan, pandangan dan keluhan dari pengurus daerah dalam menghadapi pilkada. Dengan masukan tersebut, pengurus pusat bisa memetakan, menganalisa, dan menyikapi semua persoalan daerah sehingga tidak menganggu konsolidasi partai. "Di sini kami kumpulkan seluruh kader, bupati-bupati, dan gubernur yang berasal dari Indonesia I. Kami ingin sampaikan p r o g r am - p r o g r am k e daerah. Kami juga minta masukan da r i dae r ah . Sehingga pada akhirnya bisa memenangkan PG pada pemilu dan pilkada nanti," kata Novanto. Ia menjelaskan, PG menargetkan meraih 60% kemenangan total dari dua kali pelaksanaan pilkada serentak yaitu 2017 dan 2018. Wilayah Indonesia I adalah salah satu sumber kemenangan yang harus diraih. Untuk meraih suara, Novanto menegaskan, para pemilih pemula dan pemilih anak muda menjadi target utama. Pasalnya jumlah pemilih pada usia tersebut sangat banyak. Organisasi sayap PG yaitu Angkatan Mu d a P a r t a i Go l k a r (AMPG) diberi kepercayaan untuk memobilisasi gerakan anak muda masuk PG. Novanto menegaskan, untuk menarik pemilih anak muda, PG telah mencanangkan pencetakan kader sebanyak 1 juta. Mereka direkrut menjadi saksi bagi PG. Keberadaan saksi bukan hanya muncul pada saat pemilu atau pilkada tetapi diusahkan menjadi saksi tetap. [R-14]
|