Oleh Atiek Ishlahiyah Al-Hamasy

Sejak pertama kali dioperasikan pada Juni 2025, rangkaian KRL Jabodetabek baru seri CLI-125 terus menuai pujian dari para penumpang. Desainnya yang modern, ruang gerak yang lebih lega, serta fasilitas yang semakin nyaman membuat banyak warga berharap armada serupa bisa segera diperbanyak di lintasan lain.

Saat ini, KAI Commuter telah mengoperasikan 11 rangkaian KRL Jabodetabek baru seri CLI-125 yang diimpor dari China Railway Rolling Stock Corporation Sifang Co. Seluruh rangkaian tersebut melayani rute Bogor dan Cikarang.

Pada Jumat (10/10/2025) siang, kereta ini melintas di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari kejauhan, suara roda besi yang berpadu dengan rel terdengar lebih halus dari seri sebelumnya.

Warna merah, abu-abu, dan perak mendominasi bodi kereta, memberi kesan gagah sekaligus modern. Di bagian depan, kaca lebar dan lampu utama menyipit menyerupai mata elang yang menciptakan tampilan lebih tegas dan mewah.

Saat kereta berhenti di peron, 12 gerbong membentang rapi. Pintu otomatis terbuka perlahan, memperlihatkan interior yang bersih, tertata, dengan kursi bermotif ondel-ondel dan tanjidor merah khas Betawi.

Setiap kereta memiliki panjang 20 meter dan lebar 3 meter, lebih luas dibandingkan seri sebelumnya yang hanya 2,9 meter. Pintu antargerbong yang lebih lebar juga memudahkan pergerakan penumpang, terutama pada jam sibuk.

Enam kaca besar di setiap gerbong memberi kesan lapang dan terbuka, sementara pencahayaan LED bernuansa hangat membuat suasana di dalam terasa nyaman.

”Senang banget kalau lagi kebagian KRL baru. Adem, bersih, dan lebih luas. Desainnya juga lebih oke dan modern,” ujar Ansara (28), warga Depok, Jawa Barat, saat ditemui di Stasiun Tanah Abang, Jumat (10/10/2025).

Ansara juga memuji pencahayaan alami dari kaca besar di tiap gerbong yang membuat suasana lebih terang dan nyaman selama perjalanan.

KRL dengan formasi 12 gerbong ini mampu menampung hingga 289 penumpang per kereta. Fasilitas di dalamnya dirancang modern dan ramah pengguna, mulai dari kursi prioritas berwarna abu-abu yang tersebar di berbagai titik, ruang khusus untuk kursi roda dan kereta bayi, hingga area untuk sepeda dan skuter lipat.

Selain itu, setiap gerbong dilengkapi berbagai fitur keselamatan, seperti safety hammeremergency intercomemergency doordoor sensor antiterjepit, serta CCTV yang terhubung langsung ke kabin masinis.

Terdapat pula layar informasi digital dan display running text yang menampilkan posisi kereta serta pemberitahuan perjalanan secara real time. Nama stasiun dan rute perjalanan tersaji dengan jelas di layar, lengkap dengan indikator suhu udara dan jam digital yang memudahkan penumpang memantau waktu dan lokasi selama perjalanan.

”Kereta baru ini ada fitur live location di atas pintu kayak di kereta cepat Whoosh. Canggih banget, jadi enggak perlu lihat peta manual,” ucap Ansara.

Menurut Ansara, kondisi di dalam kereta juga terasa lebih bersih, rapi, bahkan wangi. Selain itu, sistem pengeras suara kini terdengar lebih jernih sehingga setiap pengumuman mudah dipahami penumpang.

”Kereta ini juga lebih inklusif. Celah antara peron dan pintu sangat kecil, jadi naik-turun kereta terasa lebih aman, terutama bagi warga lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas,” ujarnya.

Lebih inklusif

Fajriansyah (30), penumpang lain yang rutin menggunakan KRL untuk perjalanan kerja dari Bekasi ke Manggarai, juga mengaku puas dengan peningkatan fasilitas pada rangkaian baru ini. Menurut dia, KRL tipe terbaru terasa jauh lebih inklusif dan nyaman dibandingkan generasi sebelumnya.

”Jumlah kursi prioritas sekarang lebih banyak dan tersebar di berbagai titik, bukan hanya di ujung gerbong seperti dulu. Jadi, penumpang lansia, ibu hamil, atau disabilitas lebih mudah mendapat tempat duduk,” ujarnya, Jumat sore.

Fajriansyah juga menilai beberapa detail kecil ikut meningkatkan kenyamanan, seperti bunyi door chime atau bel pintu yang kini terdengar lebih halus dan tidak mengagetkan.

Selain itu, setiap gerbong dibekali dua kamera CCTV yang terhubung langsung ke kabin masinis sehingga kondisi di dalam kereta dapat terpantau secara real time.

Fasilitas keselamatan juga lengkap, mulai dari alat pemecah kaca untuk keadaan darurat, alat pemadam api ringan (APAR), kotak P3K, hingga interkom darurat yang terpasang di dekat pintu.

Melalui interkom tersebut, penumpang dapat langsung menyampaikan laporan atau meminta bantuan kepada petugas jika terjadi keadaan darurat.

Sementara itu, pintu otomatis pada KRL ini sudah dilengkapi sensor antiterjepit. Jika mendeteksi benda atau tubuh penumpang di sela pintu, sistem akan otomatis membuka kembali sebagian. Setelah tiga kali deteksi, pintu akan terbuka penuh untuk memastikan keselamatan penumpang.

”Biasanya, kan, suka ada penumpang yang tas atau tangannya kejepit, sekarang enggak perlu khawatir lagi harus nunggu pintu kebuka di stasiun berikutnya,” ujar Fajriansyah.

Bagi penumpang disabilitas, tersedia kursi prioritas lipat di setiap ujung gerbong, lengkap dengan sabuk pengaman khusus untuk pengguna kursi roda, sehingga perjalanan lebih aman dan inklusif.

”Lantainya juga beda, sekarang enggak licin, dan pegangan tangannya lebih nyaman,” kata Fajriansyah.

Ia berharap KAI Commuter dapat menambah jumlah rangkaian serupa di lintasan lain sehingga semakin banyak penumpang yang dapat merasakan peningkatan kenyamanan dan keamanan dalam layanan transportasi publik. 

Akan diperluas

Direktur Operasi dan Pemasaran KAI Commuter Broer Rizal mengatakan, sudah ada 11 rangkaian (trainset) KRL impor dari China yang resmi beroperasi hingga Oktober 2025. Namun, kereta tersebut baru melayani rute KRL lintas Bogor dan Cikarang.

”Ada 11 trainset KRL impor dari China yang sudah kami operasikan untuk penumpang. Saat ini fokusnya masih di lintas Bogor dan Cikarang. Namun, kami juga tengah mengupayakan agar bisa diperluas ke lintas lain,” ujar Rizal.

Rizal menjelaskan, rangkaian baru itu melayani rute-rute padat penumpang seperti Bogor–Jakarta Kota dan Cikarang–Jakarta Kota untuk meningkatkan kapasitas angkut harian. Ke depan, pihaknya berencana melakukan rotasi operasional agar masyarakat di lintasan lain juga dapat merasakan pengalaman naik KRL baru dengan desain dan teknologi terkini.

Sementara itu, rangkaian KRL buatan dalam negeri hasil produksi PT Industri Kereta Api (INKA) masih dalam tahap uji coba. Dari total 16 trainset yang dipesan, baru empat unit yang diterima oleh KAI Commuter.

”Keempat trainset tersebut masih menjalani serangkaian uji teknis. Harapannya, seluruh 16 trainset bisa rampung dan dikirim ke Jakarta tahun depan agar segera kami operasikan,” kata Rizal.

Selain pengadaan armada baru, KAI Commuter juga tengah menyiapkan operasionalisasi Stasiun Jatake, yang berlokasi di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung, tepatnya di antara Stasiun Cicayur dan Parungpanjang.

Namun, pengoperasian untuk layanan KRL Jabodetabek masih menunggu arahan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.