Siklon tropis Senyar telah melemah dan bergerak menjauhi Pulau Sumatera ke Selat Malaka.
Oleh Ahmad Arif
JAKARTA, KOMPAS — Siklon tropis Senyar telah melemah dan bergerak menjauhi Pulau Sumatera ke Selat Malaka. Namun, dampak tidak langsung berupa cuaca ekstrem masih perlu diantisipasi hingga dua hari ke depan.
Direktur Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andri Ramdhani, di Jakarta, Kamis (27/11/2025), mengatakan, kekuatan siklon Senyar mulai menurun menjadi kategori low atau lemah. ”Namun, dampak tidak langsungnya terhadap pola cuaca masih perlu diwaspadai, setidaknya hingga dua hari ke depan,” ujarnya.
Data BMKG, posisi siklon Senyar pada Kamis pagi masih berada di daratan Aceh bagian timur, 3,7 derajat Lintang Utara (LU), 99,2 derajat Bujur Timur (BT) atau sekitar 60 km sebelah timur laut Medan. Siklon ini bergerak ke arah timur dengan kecepatan 5 knots atau 10 km per jam.
Pada Kamis siang, siklon sudah berada di Selat Malaka, di timur Aceh pada koordinat 4,4° LU, 97,3° BT atau sekitar 180 km sebelah barat barat laut Medan. Siklon ini terus bergerak ke arah timur, menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan 25 knots atau 46 km per jam.
BMKG memprediksi, kecepatan angin maksimum siklon tropis Senyar akan terus menurun dalam 24 jam. Siklon ini akan menjadi tropical depression atau bibit siklon dengan pergerakan ke arah timur menjauhi wilayah Indonesia.
Masih memicu hujan
Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Khusus BMKG Miming Saepudin menyebutkan, dengan situasi ini, siklon Senyar masih bisa memicu hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara hingga Jumat (28/11/2025). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat bisa terjadi di wilayah Riau. Sedangkan angin kencang bisa terjadi di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.
Tinggi gelombang kategori sedang (1,25-2,5 m) bisa melanda di wilayah Selat Malaka, perairan Tamiang hingga Langsa, perairan Aceh Utara hingga Aceh Timur, perairan utara Pidie Jaya hingga Aceh Besar, perairan Sabang Banda Aceh, perairan Aceh Besar hingga Meulaboh, perairan Aceh Barat Daya hingga Simeulue, Perairan Aceh Singkil Pulo Banyak, Perairan selatan Simeulue, perairan timur Sumatera Utara, perairan barat Sumatera Utara, perairan Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, perairan Sumatera Barat, dan perairan Riau. Sementara itu, tinggi gelombang kategori tinggi atau 2,5-4 meter bisa terjadi di wilayah Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Nias.
Pergerakan siklon Senyar sebelumnya ke wilayah daratan telah memicu hujan ekstrem di wilayah Aceh. Data pantauan curah hujan BMKG menunjukkan, hujan dengan intensitas 310 mm per hari terekam di Stasiun Meteorologi Malikussaleh, Aceh Utara, pada pagi ini.
Sementara di Meterologi Maimun Saleh, Sabang mencapai 162 mm per hari dan Stasiun Meterologi Iskandar Muda, Aceh Besar 147 mm per hari. Intensitas hujan di atas 150 mm per hari termasuk kategori ekstrem.
Intensitas hujan tinggi ini menyebabkan banjir yang meluas di Aceh. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, banjir kembali melanda Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Genangan air dilaporkan merata di empat kecamatan, mencakup total 43 gampong.