Lima hari setelah dilanda bencana yang dipicu siklon tropis Senyar dan Koto, sebagian Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih lumpuh.
Informasi apa yang bisa diperoleh dari artikel ini:
Bagaimana kondisi daerah yang terkena bencana di Sumatera hingga Minggu (30/11/2025) pagi ini?
Lima hari setelah dilanda bencana yang dipicu siklon tropis Senyar dan Koto, sebagian Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih lumpuh. Sejumlah wilayah masih terisolasi.
Pada Sabtu (29/11/2025) pukul 14.00 WIB berdasarkan data SAR tercatat ada 96 jiwa tewas dan 68 jiwa hilang di Sumatera Utara; 85 tewas dan 90 jiwa hilang di Sumatera Barat; dan 13 tewas dan 9 hilang di Aceh. Total ada 194 tewas, dan 167 hilang di tiga provinsi tersebut. Sebanyak 35.183 warga telah dievakuasi.
Di Aceh, akses jalan Banda Aceh-Medan masih lumpuh. Sejumlah ruas jalan tidak bisa dilalui karena tergenang banjir dan tertutup material ataupun longsor, serta beberapa jembatan ambruk.
Berdasarkan informasi dari Hutama Karya, Sabtu (29/11/2025), Jalan Tol Binjai (Sumatera Utara)-Langsa (Aceh) tergenang banjir. Di Pidie Jaya, satu jembatan penghubung jalan nasional Banda Aceh-Medan rusak berat. Kabupaten Bireuen pun terisolasi karena delapan jembatan penghubung ke kota lain rusak berat.
Di Pegunungan Aceh, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Nagan Raya, Aceh Barat,Aceh Selatan Subulussalam, hingga Aceh Singkil, jalur masih sulit dilalui karena jembatan rusak.
Seperti apa kondisi warga yang terkena musibah?
Di sejumlah wilayah di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, banjir nyaris menelan habis bangunan rumah warga, menyisakan atap saja untuk tempat bertahan. Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025), juga masih lumpuh karena terendam banjir.
Di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, sebanyak 36 warga di RT 020 yang bermukim di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, belum jelas keberadaannya. Warga itu tinggal di Lembah Anai. Sebanyak 25 rumah di kawasan itu habis tersapu banjir bandang, lima lainnya rusak.
Kabupaten Agam menjadi titik bencana terparah dengan jumlah 74 orang tewas dan 78 orang hilang.
Di Aceh, banyaknya jembatan yang hanyut terbawa banjir membuat aktivitas warga terganggu. Warga harus menggunakan perahu untuk bisa menyeberangi sungai. Terbatasnya jumlah perahu membuat warga antre. Warga juga berjibaku menyeberangi banjir untuk mengungsi.
Koordinator Relawan Peduli Bencana Aceh Fachrul Razi mengatakan, jaringan telekomunikasi di hampir semua wilayah Aceh belum sepenuhnya pulih. Hal itu semakin menyulitkan masyarakat untuk mengetahui kabar terkini sanak keluarga mereka di lokasi terdampak.
Bahkan, banyak warga di lokasi yang masih terisolasi yang mulai kesulitan makanan dan air bersih, serta mulai terserang penyakit pascabencana. Biruen menjadi salah satu wilayah di Aceh yang paling parah dan terisolasi.
Di Sumatera Utara, stok bahan pokok masyarakat di daerah terdampak bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah desa di kawasan Tapanuli mulai habis. Sudah lima hari akses jalan ke kawasan itu putus total tertimbun material longsor di sepanjang puluhan kilometer. Warga mulai keluar dari desa terisolasi mencari bahan makanan.
Puluhan warga dari sejumlah desa terisolasi di perbatasan Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan mulai keluar berjalan kaki dari desa mereka, Sabtu (29/11/2025). Mereka berjalan kaki 20-30 kilometer ke desa-desa terdekat di Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara.
Bagaimana upaya penanganan penyelamatan warga ?
Petugas SAR dari berbagai lembaga dan masyarakat bahu-membahu mencari korban di berbagai kota dan kabupaten di Sumatera. Selain itu, pembukaan jalur darat yang tertimbun longsor juga terus dilakukan. Selain menggunakan alat berat, pembersihan juga dilakukan dengan peralatan seadanya, seperti cangkul ataupun tangan kosong.
Pemerintah Aceh mulai mendistribusikan bantuan ke wilayah terdampak bencana. Bantuan itu dibawa menggunakan pesawat Hercules milik TNI dari Jakarta menuju Banda Aceh karena banyak wilayah di Aceh belum bisa ditembus.
Untuk wilayah pegunungan, bantuan akan langsung didistribusikan menggunakan helikopter. Posko-posko bencana dibantu alat telekomunikasi darurat dan starlink. Distribusi bantuan lewat udara juga dilakukan di Sumatera Utara.
Dari Sumatera Barat, tim SAR gabungan mencari korban di sekitar jembatan kembar jalan nasional Padang-Bukittinggi di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang. Puluhan warga belum ditemukan di lokasi ini.
Petugas menggunakan semprotan air dari mobil pemadam kebakaran berusaha menyingkirkan lumpur tebal yang menimbun rumah warga.
Berbagai cara dilakukan untuk menembus wilayah terisolasi. Hal ini penting untuk memudahkan arus bantuan sampai ke lokasi bencana. Selain pembukaan jalan, jalur udara juga ditempuh.
Dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pengiriman logistik ke wilayah terdampak bencana dilakukan menggunakan empat pesawat angkut berat TNI AU, yaitu Hercules C-130, dua Super Hercules C-130J, dan Airbus A400M.
Pengiriman bantuan juga dilakukan dari Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Banten. Polisi mengirimkan anggotanya serta bantuan untuk korban bencana alam di Sumatera berupa bahan makanan siap saji, selimut, kebutuhan bayi, tenda, genset listrik, perahu karet, dan lainnya dengan total logistik mencapai 10 ton.
Bantuan diangkut menggunakan dua pesawat terbang Fokker 27 MK 50 P/4401 tujuan Sumatera Utara dan pesawat CN 295/P-4501 tujuan Padang.
Bagaimana prediksi cuaca kedepan ?
Pada Sabtu kemarin, kondisi sepanjang hari cerah, tetapi BMKG menyatakan, sejumlah daerah di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat masih bakal diguyur hujan deras dalam tiga hari ke depan. Warga diminta tetap waspada menghadapi potensi bencana.
Berdasarkan potensi cuaca ekstrem tiga harian yang dikutip dari laman bmkg.go.id, hujan sedang-lebat diperkirakan masih berlangsung di Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada 29 dan 30 November, serta 1 Desember. Adapun di Aceh, potensi hujan kategori sedang-lebat pada 1 Desember.
Potensi hujan sedang-lebat dalam tiga hari ke depan juga berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia, seperti Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Bahkan, di daerah lain, seperti Riau, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Papua, hujan diperkirakan sampai kategori sangat lebat disertai angin.
BMKG
Perkembangan siklon tropis Senyar dan dampaknya terhadap cuaca di Indonesia.
BMKG Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) pada pukul 07.00 WIB, Sabtu (29/11/2025), menyampaikan, terdapat eks siklon tropis Senyar di dalam wilayah pemantauan TCWC Jakarta. Saat ini, pusat sirkulasi berada di 5,0 Lintang Utara 105,9 Bujur Timur.
Di sekitar Laut China Selatan sebelah utara Tarempa, siklon itu dengan kecepatan angin maksimum 30 knot dan tekanan minimum 1.003 hPa. Dalam 24 jam ke depan, siklon tropis Senyar bergerak ke arah timur laut.
Adapun potensi pertumbuhan siklon tropis di dalam wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta dalam beberapa hari ke depan diperkirakan sebagai berikut: Minggu (+24 jam) rendah, Senin (+48 jam) rendah, dan Selasa (+72 jam) rendah. Meski demikian, kewaspasdaan tetap harus dijaga untuk meminimalkan bencana terjadi lagi.
Bencana banjir dan longsor melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Puluhan ribu keluarga terdampak bencana itu. Dana Kemanusiaan Kompas membuka dompet kemanusiaan untuk menampung bantuan pembaca yang hendak meringankan derita para korban. Dompet dibuka hingga tanggal 31 Desember 2025. Bantuan dapat ditransfer ke rekening Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas, Rekening BCA Cabang Gajah Mada, Jakarta, Nomor A/C 0123021433