Pencarian korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari ketiga pada Senin (26/1/2026). Bagaimana perkembangan dan kendalanya?

Oleh Cornelius Helmy Herlambang

Pencarian korban longsor di Cisarua, Bandung Barat, memasuki hari ketiga pada Senin (26/1/2026). Seperti apa perkembangan dan kendala di lapangan?

Apa yang akan Anda dapatkan dari artikel ini?

Seperti apa perkembangan terakhir pencarian korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat?

Hingga Minggu (25/1/2026) pukul 17.30 WIB, data Basarnas menyebutkan, sudah dikumpulkan 25 kantong jenazah. Masih ada lebih kurang 80 orang yang dicari.

Sejauh ini, menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, 10 kantong jenazah sudah diidentifikasi. Kantong-kantong jenazah lainnya masih berusaha diidentifikasi. Sementara itu, tercatat 23 orang selamat.

Bagaimana gambaran proses pencarian di lokasi kejadian? Siapa saja yang terlibat?

Pencarian dilakukan tim SAR Gabungan. Selain petugas SAR, ada juga personel TNI, polisi, hingga sukarelawan dari berbagai kelompok. Sejumlah alat berat juga diturunkan pada hari kedua pencarian.

Setidaknya ada tiga titik pencarian, yaitu A1, A2, dan B1 di Kampung Pasir Kuda dan Kampung Pasir Kuning di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Keduanya adalah permukiman yang kini rata dengan tanah.

Kendala apa yang muncul di lokasi pencarian?

Pada Minggu (25/1/2026), cuaca di lokasi pencarian masih berubah-ubah. Saat pagi, cuaca cerah, tetapi cuaca dengan cepat berubah.

Selain angin berembus kencang, hujan rintik sesekali turun. Tidak hanya itu, longsor susulan masih sesekali terjadi.

Selain tanah, aliran air di sekitar lokasi kejadian juga tiba-tiba mengalir deras. Hal itu membuat pencarian terpaksa dihentikan. Tim pencari khawatir bakal terjadi longsor yang membahayakan pencarian.

Bagaimana dengan nasib warga yang selamat?

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jabar menyebutkan, 23 orang dari 114 warga terdampak langsung berhasil diselamatkan.

Namun, ada 270 orang lainnya yang rentan terdampak karena berada di sekitar lokasi bencana. Sebagian besar dari mereka kini tinggal di GOR Desa Pasirlangu.

Apa sikap pemerintah terkait dengan warga yang selamat?

Sejauh ini, sejumlah pejabat telah datang ke lokasi bencana. Mereka menekankan kehati-hatian saat pencarian dan perhatian pada pengungsi.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming, misalnya, meminta logistik untuk pengungsi terus dijaga. Hal itu dilakukan bersama dengan membuat rencana relokasi.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, warga harus segera direlokasi. ”Daerah terdampak longsor akan dihutankan. Warga di sini bakal direlokasi karena potensi longsor tinggi,” ujar Dedi.

Dedi mengatakan, lingkungan sekitar lokasi longsor dipenuhi tanaman sayur. Dengan kontur daerah berupa perbukitan, keberadaan kebun sayur rentan memicu longsor. Oleh karena itu, sangat berbahaya apabila masyarakat masih tinggal di lokasi itu.