Sejak 15 hingga 16 Maret 2026, Jasa Marga memberikan potongan tarif tol sebesar 30 persen untuk 9 ruas tol. Namun, bagi sebagian pemudik, insentif itu belum menarik.
Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra
JAKARTA, KOMPAS — Untuk membagi distribusi kendaraan agar tidak menumpuk pada hari-hari tertentu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memberikan diskon tarif tol sebesar 30 persen mulai 15 Maret pukul 00.00 sampai 16 Maret pukul 24.00. Dengan insentif tersebut, pemudik diharapkan melakukan perjalanan lebih awal.
Namun, beberapa pemudik memilih tetap mengikuti jadwal mudik yang telah dirancang jauh-jauh hari tanpa mempertimbangkan tawaran diskon tarif tol.
Ahmad Rifai (50), misalnya, mengaku cukup tertarik dengan diskon tarif tol sebesar 30 persen dari Jasa Marga. Meski demikian, rencana mudiknya tidak bisa disesuaikan dengan periode pemberian tarif tol karena ia masih harus menyelesaikan beberapa urusan di Jakarta.
Oleh karena itu, Ahmad tetap pada rencana awalnya untuk pulang kampung ke Tegal, Jawa Tengah, pada dua hari sebelum Lebaran atau pada 18 Maret 2026. Hal yang dipertimbangkan Ahmad antara lain besaran insentif dari pemerintah serta kesibukan atau kenyamanan dari tiap anggota keluarga dalam melakukan perjalanan.
”Sejujurnya diskon tarif tol itu cukup memengaruhi (keputusan mudik lebih awal). Tetapi, memang tidak sampai menggerakkan saya untuk mudik sekarang juga karena memang kami sekeluarga nyamannya mudik itu dua hari sebelum Lebaran. Dari tahun-tahun sebelumnya sudah begitu,” tutur Ahmad, Sabtu (15/3/2026).
Jarak dari Jakarta ke Tegal yang tidak terlalu jauh membuat Ahmad tidak terlalu antusias menyambut diskon tarif dari Jasa Marga. Itu lantaran tarif tol dari Jakarta ke Tegal yang berkisar Rp 228.000 hingga Rp 240.000.
Jika Ahmad tidak begitu risau melewatkan kesempatan mendapat diskon tarif tol dari Jasa Marga, respons berbeda, menurut dia, kemungkinan akan datang dari pemudik dengan tujuan yang lebih jauh seperti Semarang atau Yogyakarta.
”Diskon tarif tol itu lumayan, tapi tidak terlalu signifikan, terutama buat pemudik seperti saya yang jarak tempuhnya tidak terlalu jauh. Kecuali, ya, bagi yang tujuannya lebih jauh. Mereka tentu terbantu dengan diskon karena jadi jauh lebih murah. Andaikan Jasa Marga memberi diskon sampai 50 persen, itu mungkin akan mempertimbangkan ulang mudik lebih cepat,” katanya.
Gunawan
Hal serupa diutarakan Akbar Yudhanto (34), karyawan swasta di Jakarta yang tahun ini merencanakan mudik ke Purwodadi, Jawa Tengah. Akbar bermaksud memboyong keluarganya ke Purwodadi mendekati Idul Fitri.
Menurut dia, diskon tarif tol 30 persen menarik karena bisa memangkas biaya transportasi secara signifikan. Hanya saja, Akbar tetap memutuskan untuk kembali ke kampung halaman pada 20 Maret karena untuk hari-hari sebelum itu bukan periode libur di kantornya.
”Sejak awal puasa sudah merencanakan pulang tanggal segitu. Diskon tarif tol memang menarik, tetapi pertimbangan utama tetap pada ketersediaan waktu istri dan anak-anak,” kata Akbar.
Meringankan biaya
Melalui kebijakan pemberian diskon tarif tol tersebut, diharapkan biaya transportasi pemudik dapat berkurang. Yang tidak kalah penting, diskon tarif tol diharapkan dapat memecah arus kepadatan kendaraan yang diperkirakan akan memuncak pada 18-19 Maret.
Program diskon tarif tol tersebut berlaku di sembilan ruas jalan tol yang dikelola Jasa Marga Group, yang tersebar di jaringan Trans-Jawa, Trans-Sumatra, serta wilayah Bandung–Cisumdawu. Di jaringan Trans-Jawa, diskon berlaku di ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek, Jalan Layang Mohammed bin Zayed (MBZ), Jalan Tol Palimanan–Kanci, Jalan Tol Batang–Semarang, serta Jalan Tol Semarang Seksi ABC.
Sementara itu, di jaringan Trans-Sumatera, diskon berlaku di Jalan Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa (Belmera) dan Jalan Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT). Adapun di wilayah Bandung–Cisumdawu, diskon diterapkan di Jalan Tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang (Cipularang) dan Jalan Tol Padalarang–Cileunyi (Padaleunyi).
Khusus di ruas Batang–Semarang yang dikelola PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), pengguna jalan juga memperoleh tambahan potongan tarif sehingga total potongan tarif tol yang diterima dapat mencapai sekitar 46 persen.
”Selain itu, JSB juga telah lebih dulu memberlakukan potongan tarif tol sekitar 23 persen untuk seluruh transaksi di ruas tol Batang–Semarang yang berlaku sejak 12 Maret hingga 31 Maret,” ujar Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo melalui siaran pers.
Menurut Ria, hingga saat ini kepolisian belum memberlakukan rekayasa lalu lintas di ruas Tol Jakarta–Cikampek. Sebab, sampai saat ini kondisi lalu lintas di gardu tol Cikampek Utama masih terpantau aman dan terkendali meski terjadi peningkatan volume kendaraan.
Berdasarkan data Jasa Marga, sebanyak 108.140 kendaraan melintas menuju arah timur melalui Gerbang Tol Cikampek Utama pada periode H-10 hingga H-8 (11–13 Maret 2026). Jumlah tersebut meningkat sebesar 24,17 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 87.087 kendaraan.
Ismawadi
”Saat ini, jumlah gardu operasi yang melayani transaksi di Gerbang Tol Cikampek Utama sebanyak 30 gardu, terdiri dari 19 gardu menuju arah Trans-Jawa dan 11 gardu menuju arah Jakarta. Pengoperasian gardu tersebut dioptimalkan secara situasional menyesuaikan dengan volume lalu lintas yang terjadi guna menjaga kelancaran transaksi kendaraan di gerbang tol,” kata Ria.
Adapun kenaikan juga terjadi di ruas Tol Kalikangkung dari arah Jakarta menuju Semarang. Dalam periode yang sama, jumlah kendaraan tercatat 57.528 kendaraan atau naik 13,89 persen dari lalu lintas normal yang mencapai 50.511 kendaraan.