Bus ALS tersebut merupakan bus cadangan untuk menggantikan bus reguler yang sedang dalam perbaikan.

Oleh Nikson Sinaga

MEDAN, KOMPAS — PT Antar Lintas Sumatera menyatakan, bus yang mengalami kecelakaan maut di Kabupaten Musi Rawas Utara mengangkut 14 penumpang. Sebanyak 11 orang di antaranya tewas, sementara tiga orang lainnya mengalami luka. Dua sopir dan satu kernet juga meninggal. Satu kernet lainnya terluka.

Alwi Matondang dari bagian Humas PT ALS, di Medan, Sumatera Utara, Kamis (7/5/2026), mengatakan, bus ALS tersebut merupakan bus cadangan untuk menggantikan bus reguler yang sedang dalam perbaikan. Bus telah berusia 24 tahun. ”Bus itu menggantikan bus yang melayani rute Semarang-Jakarta-Sumatera Barat-Sumatera Utara,” kata Alwi.

Alwi mengatakan, sesuai manifes dari Semarang, bus tersebut awalnya mengangkut lima penumpang dari Semarang yang bertujuan ke Medan, Asahan, dan Tapanuli Utara. Sembilan penumpang lainnya naik ke bus saat dalam perjalanan. Penumpang, antara lain, dari Lampung.

Alwi menyebut, mereka menyerahkan penyelidikan penyebab kecelakaan kepada kepolisian. Informasi yang mereka terima, kecelakaan terjadi saat sopir bus menghindari lubang di jalan. ”Bus akhirnya melipir ke jalur dari arah sebaliknya hingga terjadi kecelakaan,” kata Alwi.

Bus tersebut berangkat dari Semarang pada Minggu (3/5/2026) dan seharusnya tiba di Medan pada Kamis.

Alwi mengatakan, mereka akan memberangkatkan keluarga penumpang untuk proses identifikasi jenazah korban. Namun, pihak bus masih mengumpulkan semua data penumpang, terutama yang naik di tengah perjalanan. ALS baru mempunyai data penumpang yang naik dari Semarang. Mereka membuka pos pengaduan di Medan.

Alwi mengatakan, saat berangkat dari Medan menuju Semarang dan sebaliknya, dilakukan pemeriksaan rutin terhadap bus tersebut. Bus keluaran tahun 2002 itu dinyatakan dalam kondisi laik jalan.

Bus tersebut, kata Alwi, dikemudikan dua sopir secara bergantian, yakni sopir pertama Alif Supriyanto (44) dan sopir kedua Zulpan Efendi (44). Saat kejadian, bus diduga dikemudikan oleh Alif.

Di Palembang, Kepala Kepolisian Resor Musi Rawas Utara Ajun Komisaris Besar Rendy Surya Aditama mengatakan, semua jenazah sudah dibawa menggunakan ambulans dengan dikawal kepolisian dari RSUD Siti Aisyah, Kota Lubuk Linggau, untuk menuju Palembang pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Sesampai di RS Bhayangkara Palembang, tim Identifikasi Korban Bencana (Disaster Victim Identification/DVI) langsung memulai proses identifikasi.

”Untuk mempercepat proses identifikasi, semua jenazah korban kecelakaan dibawa ke RS Bhayangkara Mohamad Hasan Palembang. Pemindahan itu dilakukan untuk memudahkan kerja tim DVI Polri karena peralatan di Palembang lebih lengkap,” ujar Rendy.

Polda Sumsel pun mengimbau masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang menumpang bus ALS itu untuk segera melapor ke Posko DVI di RS Bhayangkara Palembang. Mereka juga bisa menghubungi nomor darurat yang telah disediakan, yaitu +62 821-7803-8910.

Berdasarkan data terbaru dari kepolisian, kecelakaan melibatkan bus ALS dengan nomor polisi BK 7778 DL yang dikemudian Alif. Bus melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi.

Setiba di lokasi kejadian di Jalan Lintas Sumatera, kawasan Karang Jaya, Musi Rawas Utara, bus diduga berupaya menghindari lubang jalan sehingga kehilangan kendali dan berbelok ke jalur kanan atau jalur berlawanan arah. Pada saat bersamaan, melintas truk tangki minyak milik PT Seleraya yang dikemudikan Aryanto (49) dari arah berlawanan.

Akibatnya, tabrakan tidak bisa terhindarkan antara bus dan truk tersebut. Tabrakan itu memicu ledakan dan kebakaran hebat pada kedua kendaraan. Ledakan dan kebakaran itu disinyalir dipicu minyak yang dibawa truk (Kompas.id, 5/7/2026).