Mengutip dari BMKG, bencana hidrometeorologi merupakan suatu fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi). Bencana hidrometeorologi disebabkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan.Bentuk bencana hidrometeorologi berupa kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas. Dampak bencana hidrometeorologi dapat menyebabkan hilangnya nyawa, dampak kesehatan kerusakan harta benda, hilangnya mata pencaharian, gangguan sosial, ekonomi, dan kerusakan lingkungan.
Bencana hidrometeorologi masuk dalam jenis bencana alam, yaitu bencana alam akibat munculnya cuaca atau iklim ekstrem, disebut juga bencana hidroklimatologi (BMKG). Jenis bencana hidrometeorologi di antaranya tanah longsor, banjir, banjir bandang, kekeringan, kebakaran hutan, dan lahan, angin puting beliung, Gelombang pasang atau badai, dan abrasi.
Karakter Bencana Hidrometeorologi
1.Periode Musim
Berdasarkan pengetahuan umum, masyarakat Indonesia mengenal dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Musim Hujan
Giarno dkk (2012) menyampaikan bahwa BMKG menentukan awal musim hujan dengan batasan tiga kali dasarian hujan lebih besar dan atau sama dengan 50 mm berurutan, dengan kata lain curah hujan lebih besar dan atau sama dengan 150 mm dalam sebulan. Musim hujan umumnya berlangsung antara bulan April sampai September walaupun secara parsial ada tempat-tempat yang mungkin lebih awal atau mundur. Musim hujan secara umum bersamaan dengan bertiupnya angin monsun dari Asia atau dikenal dengan angin barat.
Musim Kemarau
Sementara musim kemarau digunakan kriteria kebalikan dari awal musim hujan, yaitu suatu periode yang ditandai dengan jumlah curah hujan setiap bulan kurang dari 150 mm. Musim hujan umumnya berlangsung antara bulan Oktober sampai Maret, tetapi tidak semua tempat seragam waktunya, bisa jadi lebih awal atau mundur. Musim hujan secara umum bersamaan dengan bertiupnya angin monsun dari Australia atau dikenal dengan angin timur.
Walaupun BMKG hanya membagi Musim menjadi dua, yaitu musim hujan dan musim kemarau, tetapi pada tataran operasional sering disebut masa transisi, yaitu periode peralihan musim, dari musim musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya, dari musim kemarau ke musim hujan. Pada lingkungan masyarakat yang tinggal di Pulau Jawa, sudah mengenal empat periode musim tersebut dengan bahasa lokal yaitu rendeng (musim hujan), mareng (transisi musim hujan ke musim kemarau), ketigo (musim kemarau), dan labuh (transisi musim kemarau ke musim hujan)
2.Periode Bencana
Dalam kajiannya Rosyida dkk (2019) menyampaikan bahwa beberapa jenis yang bencana yang terjadi di Indonesia dipengaruhi oleh kedua musim ini. Dalam kajian tersebut lebih jauh dijelaskan bahwa bencana hidrometeorologi mendominasi jenis bencana di Indonesia, yaitu 96,8 % dari 2489 kejadian bencana, sementara bencana non-hidrometeorologi hanya 3,2 %.
Berdasarkan pemahaman di atas maka periode kejadian bencana hidrometeorologi dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu:
Bencana Hidrometeorologi Basah
Bencana hidrometeorologi basah adalah bencana hidrometeorologi yang terjadi akibat adanya cuaca ekstrem, seperti hujan yang sangat lebat melebihi normalnya. Jenis bencana hidrometeorologi ini sering terjadi pada periode musim hujan. Kelompok bencana hidrometeorologi basah antara lain meliputi banjir, tanah longsor, dan puting beliung.
Bencana Hidrometeorologi Kering
Bencana hidrometeorologi kering adalah bencana hidrometeorologi yang terjadi akibat kelangkaan hujan atau karena dalam kurun waktu yang lama tidak terjadi hujan yang lazim disebut akibat kemarau panjang.
Jenis bencana hidrometeorologi ini sering terjadi pada periode musim kemarau. Kelompok bencana hidrometeorologi kering, antara lain adalah kekeringan, kebakaran hutan, kebakaran lahan.
Ringkasan Dampak dan Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Aceh dan Sumatera:
“Rekomendasi pertama perlunya pengumpulan data kerusakan infrastruktur secara tepat dan komprehensif setelah tahap tanggap darurat selesai, sehingga skala prioritas penanganan dapat ditetapkan dengan akurat. Data yang tepat diyakini akan mempercepat alokasi anggaran dan pelaksanaan perbaikan,” jelas Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI Ridwan Bae di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (10/12/2025).
Selanjutnya, rekomendasi kedua menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama terkait pengadaan tanah serta pendataan jumlah rumah warga yang terdampak. Koordinasi yang baik dinilai penting untuk mencegah tumpang tindih kebijakan dan mempercepat proses relokasi jika diperlukan.
Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk segera membuat regulasi yang lebih tegas mengenai larangan pemanfaatan kawasan sepadan sungai dan pantai untuk permukiman maupun aktivitas usaha.
Rekomendasi berikutnya menyangkut penyusunan desain solusi jangka panjang terhadap infrastruktur yang rusak. “Komisi V menilai desain ulang harus memperhatikan aspek ketahanan banjir dan gempa, mengingat Sumatera Barat merupakan wilayah dengan risiko bencana tinggi. Perbaikan kualitas infrastruktur diharapkan dapat meminimalkan kerusakan jika terjadi kejadian serupa di masa depan,” ujar Politisi Fraksi Partai Golkar ini.
Selain itu, Komisi V DPR RI juga menyoroti pentingnya peningkatan sistem penyebaran informasi cuaca ekstrem dari BMKG. Penyampaian informasi melalui media sosial, televisi, dan konferensi pers harus dioptimalkan, terutama jika terdapat potensi siklon tropis. Informasi dini diyakini dapat mengurangi risiko korban dan memaksimalkan persiapan masyarakat dan pemerintah daerah.
Tak hanya itu, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi juga menjadi rekomendasi utama. Komisi V meminta agar kebutuhan air bersih, sanitasi, sandang, dan papan dapat diprioritaskan. “Termasuk dalam hal ini adalah penyediaan sekolah darurat bagi anak-anak yang terdampak agar proses pendidikan tetap berjalan meski dalam kondisi bencana,” tegasnya.
Terakhir, menutup rangkaian rekomendasinya, Komisi V DPR RI juga berharap agar operasional sementara Jalan Lintas Lembah Anai dapat dimulai pada 16 Desember 2025. Pembukaan jalur tersebut dinilai sangat penting untuk mendukung kelancaran arus logistik dan distribusi pangan, khususnya untuk wilayah Sumatera Barat dan Riau yang sangat bergantung pada jalur tersebut.
Sumber:
2022.”Bencana Hidrometeorologi.” BPBD. Dilihat 20 Desember 2025. https://bpbd.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/63_bencana-hidrometeorologi?utm_source=chatgpt.com
Widada Sulistya .2023. “Mengenal Bencana Hidrometeorologi dalam Era Digital.”.BMKG dilihat 20 Desember 2025. https://kms.bmkg.go.id/2023/02/mengenal-bencana-hidrometeorologi-dalam-era-digital
Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Banjir-Tiap-Tahun-Mengancam-Komisi-V-Ultimatum-Pemerintah-Soal-Penanganan-Permanen-61936Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Banyak-Daerah-Masih-Terisolir-Pemulihan-Infrastruktur-Dasar-Harus-Jadi-Prioritas-61671Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/BMKG-dan-Basarnas-Dapat-Catatan-BPK-Komisi-V-Minta-Perbaikan-Sistemik-61560Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/BMKG-Deteksi-Bibit-Siklon-93S-di-Indonesia-Timur-Syaiful-Huda-Dorong-Kewaspadaan-Pemerintah-62061Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Danang-Wicaksana-Sambut-Baik-Inpres-Rehabilitasi-Sumatra-61848Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Dukung-Distribusi-Logistik-Ruslan-Daud-Apresiasi-Pembukaan-Jalur-Penerbangan-Kualanmu-Rembele-62074Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Gerak-Cepat-Tangani-Bencana-Sumatera-Danang-Wicaksana-Proaktif-Komunikasi-dengan-Mitra-Komisi-V-61548Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Jenazah-Dievakuasi-Pakai-Helikopter-hingga-Kerusakan-Akses-Jalur-Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Komisi-V-Dorong-Percepatan-Penanganan-Rumah-Korban-Bencana-Banjir-61696Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Komisi-V-Minta-BMKG-Optimalkan-Informasi-Peringatan-Dini-Bencana-hingga-ke-Pelosok-Desa-61852Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Komisi-V-Minta-Penanganan-Bencana-Banjir-di-Tapanuli-Tengah-Dipercepat-61916Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Kondisi-Aceh-Kian-Kritis-Kelaparan-di-Mana-Mana-Warga-Terisolasi-Marak-Penjarahan-61662Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Lampaui-Golden-Time-Tolong-Korban-Bencana-Respons-Basarnas-Dinilai-Lambat-61853Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Lasarus-Banjir-Bandang-di-Aceh-Sumut-Sumbar-Anomali-dan-Perlu-Respon-Terintegrasi-61569Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Legislator-Desak-Perbaikan-Sistem-Peringatan-Dini-Usai-Bencana-di-Tiga-Provinsi-61563Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Musa-Rajekshah-Desak-Pemerintah-Segera-Tangani-Hunian-Korban-Pascabencana-di-Sumut-62019Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Pemerintah-Diminta-Susun-Konsep-Baru-Mitigasi-Bencana-Legislator-Indonesia-Sudah-Darurat-61562Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Penguatan-SAR-dan-Sistem-Peringatan-Dini-Diperlukan-untuk-Tekan-Risiko-Bencana-61557Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Percepat-Pemulihan-Bencana-di-Sumatra-Novita-Wijayanti-Dukung-Instruksi-Presiden-Kucurkan-Anggaran-51-82-T-61883Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Perlu-Kepatuhan-Tata-Ruang-dalam-Rekonstruksi-Pascabencana-di-Sumatera-61996Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Semua-Potensi-Dikerahkan-Penanganan-Banjir-Sumatra-Tidak-Perlu-Menunggu-Penetapan-Darurat-Nasional-61589Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Solusi-Konkret-Komisi-V-DPR-RI-Usai-Tinjau-Tiga-Titik-Bencana-di-Sumatra-Barat-Apa-Saja-61989Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Tragedi-Bencana-Sumatra-Tidak-Boleh-Ditangani-secara-Biasa-Pemerintah-Jangan-Tunggu-Laporan-dari-Daerah-61988Lain-lain 
https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Syafiuddin-Dukung-Pembentukan-Satgas-Rehabilitasi-dan-Rekonstruksi-Pascabencana-Sumatra-62071Badan Keahlian 
https://berkas.dpr.go.id/pusaka/files/info_singkat/Info%20Singkat-XVII-23-I-P3DI-Desember-2025-242.pdfBadan Keahlian 
https://berkas.dpr.go.id/pusaka/files/isu_sepekan/Isu%20Sepekan---I-PUSLIT-Desember-2025-3693.pdfBadan Keahlian 
https://berkas.dpr.go.id/pusaka/files/info_singkat/Info%20Singkat-XVII-24-II-P3DI-Desember-2025-194.pdfBadan Keahlian 
https://berkas.dpr.go.id/pusaka/files/isu_sepekan/Isu%20Sepekan---I-PUSLIT-Desember-2025-2465.pdfBadan Keahlian 
https://berkas.dpr.go.id/pusaka/files/info_singkat/Info%20Singkat-XVII-24-II-P3DI-Desember-2025-2501.pdfLain-lain 
https://ejournal.lembagarisetmandirinusantara.or.id/index.php/jrcn/article/view/31/39Badan Keahlian 
https://berkas.dpr.go.id/pusaka/files/isu_sepekan/Isu%20Sepekan---IV-PUSLIT-November-2025-900000482.pdfKatalog Perpustakaan 
https://opac.dpr.go.id/index.php?p=show_detail&id=30582&keywords=bencana Dokumen tersedia di PerpustakaanKatalog Perpustakaan 
https://opac.dpr.go.id/index.php?p=show_detail&id=13534&keywords=bencana Dokumen tersedia di PerpustakaanKatalog Perpustakaan 
https://opac.dpr.go.id/index.php?p=show_detail&id=38643&keywords=bencana Dokumen tersedia di PerpustakaanKatalog Perpustakaan 
https://opac.dpr.go.id/index.php?p=show_detail&id=36487&keywords=bencana Dokumen tersedia di PerpustakaanKatalog Perpustakaan 
https://opac.dpr.go.id/index.php?p=show_detail&id=27610&keywords=bencana Dokumen tersedia di PerpustakaanKatalog Perpustakaan 
https://opac.dpr.go.id/index.php?p=show_detail&id=31495&keywords=bencana Dokumen tersedia di PerpustakaanKatalog Perpustakaan 
https://opac.dpr.go.id/index.php?p=show_detail&id=31495&keywords=bencana Dokumen tersedia di PerpustakaanKatalog Perpustakaan 
https://opac.dpr.go.id/index.php?p=show_detail&id=27634&keywords=bencana Dokumen tersedia di PerpustakaanKatalog Perpustakaan 
https://opac.dpr.go.id/index.php?p=show_detail&id=39520&keywords=pembalakan+hutan Dokumen tersedia di PerpustakaanKatalog Perpustakaan 
https://opac.dpr.go.id/index.php?p=show_detail&id=34478&keywords=bencana Dokumen tersedia di PerpustakaanJDIH 
https://jdih.kemendesa.go.id/public/documents//8d2ea3b3-8a46-4ce6-8142-4cce1ff59d54Kepmen_No_71_Tahun_2021_Panduan_Penanganan_Bencana_di_Desa.pdfHak Cipta ©
Bidang Sistem Informasi dan Infrastruktur Teknologi Informasi - Pusat Teknologi Informasi - Sekretariat Jenderal DPR RI | Design by W3layouts